Bittensor (TAO) Naik 21% Didukung Investasi Rp 167.00 miliar ($10 Juta) dan Teknis Bullish
Finansial
Mata Uang Kripto
11 Okt 2025
174 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bittensor menarik perhatian dengan investasi $10 juta dari Digital Currency Group.
Harga TAO menunjukkan pola bullish yang kuat meskipun pasar cryptocurrency mengalami tekanan.
Peningkatan minat terhadap proyek AI terdesentralisasi dapat mendorong pertumbuhan lebih lanjut bagi Bittensor.
Bittensor, sebuah proyek cryptocurrency yang mengkombinasikan jaringan kecerdasan buatan terdesentralisasi, baru-baru ini mengalami kenaikan harga signifikan sebesar 21% pada tanggal 10 Oktober. Harga TAO sempat menyentuh angka tertinggi intraday sekitar Rp 6.63 juta ($397) sebelum kembali turun mendekati Rp 6.26 juta ($375) . Hal ini menarik perhatian publik karena terjadi saat pasar crypto secara umum mengalami tekanan akibat penurunan harga Bitcoin dan keluarnya dana Ethereum ETF.
Kenaikan kuat ini didorong oleh pengumuman investasi strategis sebesar Rp 167.00 miliar ($10 juta) dari Digital Currency Group (DCG), sebuah perusahaan yang dikenal sebagai pendukung awal Bitcoin, yang dipimpin oleh Barry Silbert. Investasi tersebut dilakukan melalui cabang baru mereka, Yuma Asset Management, yang berfokus membantu proyek AI yang dibangun di atas jaringan Bittensor. Keputusan ini tentu menjadi sinyal positif bagi perkembangan proyek dan kepercayaan institusi terhadap masa depan TAO.
Selain itu, Grayscale juga meluncurkan Grayscale Bittensor Trust pada Juli dan berhasil mengumpulkan total aset sebesar Rp 180.36 miliar ($10,8 juta) hanya dalam waktu tiga bulan. Ini menunjukkan meningkatnya minat dan permintaan korporasi untuk produk yang berafiliasi dengan Bittensor, menandakan ekosistem semakin berkembang dan diminati di pasar.
Dari sisi teknikal, grafik harga Bittensor menunjukkan pola falling wedge yang biasanya menandakan pembalikan tren ke arah naik. Indikator RSI berada di angka 64,8 yang menunjukkan momentum beli yang kuat namun belum sampai ke level jenuh beli. Sementara indikator MACD sudah berbalik positif dengan sinyal bullish yang menguat, dan volume perdagangan meningkat dengan signifikan, menandakan adanya pembelian besar yang mendukung langkah kenaikan harga.
Ke depan, jika harga Bittensor bisa menutup di atas level Rp 6.35 juta ($380) , ada potensi kenaikan lebih lanjut menuju kisaran Rp 7.51 juta ($450) hingga Rp 8.02 juta ($480) yang merupakan zona resistance sebelumnya. Namun, jika harga gagal bertahan di bawah Rp 5.76 juta ($345) , ada risiko koreksi menuju Rp 5.26 juta ($315) yang perlu diwaspadai oleh para investor. Secara keseluruhan, kombinasi faktor fundamental dan teknikal membuat Bittensor sangat menarik untuk diamati di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.
Analisis Ahli
Barry Silbert
Saya belum pernah semangat seperti ini sejak bitcoin tentang Bittensor.