Hargreaves Lansdown Tegaskan Bitcoin Bukan Investasi Aman bagi Investor Ritel
Finansial
Mata Uang Kripto
10 Okt 2025
67 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Hargreaves Lansdown menolak cryptocurrency sebagai bagian dari portofolio investasi.
Pencabutan larangan crypto ETN di Inggris dianggap sebagai langkah untuk menjadikan negara tersebut sebagai pusat aset digital.
Sementara skeptisisme tetap ada, minat institusi besar terhadap cryptocurrency terus meningkat.
Hargreaves Lansdown, platform investasi ritel terbesar di Inggris, menyampaikan peringatan kepada investor agar tidak memasukkan cryptocurrency seperti Bitcoin ke dalam portofolio mereka. Alasan utama adalah karena Bitcoin dianggap bukan merupakan kelas aset yang memiliki nilai intrinsik.
Langkah ini muncul setelah pemerintah Inggris menghapus larangan lama terkait pembelian produk investasi kripto, khususnya crypto ETNs untuk investor ritel. Produk ini kini bisa diperdagangkan di bursa resmi dan bahkan dimasukkan ke dalam akun ISA yang bebas pajak.
Walau ada peluang tersebut, Hargreaves Lansdown menekankan risiko ekstrem dari volatilitas harga kripto, yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan saham atau obligasi. Mereka menyarankan agar investor ritel lebih berhati-hati karena bisa mengalami kerugian besar secara mendadak.
Sementara itu, sejumlah institusi keuangan besar seperti JPMorgan dan Invesco malah menunjukkan optimisme terhadap masa depan aset digital. Mereka menilai bahwa Bitcoin bisa menjadi alat diversifikasi yang melindungi portofolio dari gejolak pasar tradisional.
Selain itu, pemerintah Inggris juga meluncurkan inisiatif untuk mempercepat transformasi digital di sektor keuangan, termasuk menunjuk pejabat khusus dan mengganti sertifikat saham berbentuk fisik dengan versi digital, guna meningkatkan efisiensi pasar.
Analisis Ahli
Chris Mellor
Bitcoin memiliki korelasi rendah dengan saham dan obligasi sehingga bisa berfungsi sebagai diversifikasi portofolio.Nigel Green
Kenaikan harga Bitcoin di atas 125,000 USD menunjukkan kematangan pasar kripto dengan volatilitas yang kini lebih produktif dan didukung oleh investor institusional yang sabar.