AI summary
Pemulihan Gaza harus dipimpin oleh masyarakat Palestina untuk efektivitas jangka panjang. Infrastruktur pendidikan di Gaza sangat rusak dan membutuhkan investasi besar untuk pemulihan. Kesehatan mental dan pendidikan online harus menjadi prioritas selama proses pemulihan. Perang yang dimulai pada 7 Oktober 2023 telah menyebabkan kehancuran masif di Gaza, dengan lebih dari 67.000 korban jiwa dan hampir seluruh infrastruktur vital hancur. Rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan kampus pendidikan tinggi rusak parah, sementara jutaan penduduk menghadapi kelaparan dan kekurangan bantuan kemanusiaan.Rencana gencatan senjata Presiden AS Donald Trump membuka harapan baru setelah negosiasi yang menyepakati penghentian aksi militer Israel dan pembebasan tahanan, namun detail implementasinya masih belum jelas. Namun, rencana ini membentuk komite teknokratis untuk mengelola layanan publik yang diawasi oleh badan internasional yang dipimpin oleh Trump dan Tony Blair.Para peneliti dan akademisi menegaskan bahwa tanpa keterlibatan dan kepemimpinan ahli dari Gaza sendiri, proses rekonstruksi tidak akan efektif. Mereka menyoroti kebutuhan mendesak untuk menjaga pendidikan tinggi termasuk pengalihan pembelajaran daring sementara, dukungan kesehatan mental, dan menjaga sambungan global komunitas akademik Gaza.Penghancuran fasilitas pendidikan tinggi di Gaza telah menyebabkan kerugian infrastruktur sebesar 222 juta dolar AS, dengan kebutuhan rekonstruksi yang diperkirakan mencapai hampir 1 miliar dolar AS. Di masa depan, bantuan donor dari negara-negara seperti Turki dan negara Teluk diperkirakan akan mendominasi, sementara bantuan tahunan sebelumnya hanya mencapai 20 juta dolar AS.Ada kekhawatiran bahwa komite teknokratis internasional yang diusulkan dapat dianggap sebagai bentuk pengelolaan pendudukan, yang berpotensi mengurangi partisipasi dari akademisi Palestina. Rekonstruksi yang sukses harus dikoordinasikan oleh para ahli lokal dan mengikutsertakan komunitas terdampak agar pemulihan kesehatan, pendidikan, dan lingkungan berkelanjutan dapat tercapai.
Rekonstruksi pascaperang di Gaza tanpa kepemimpinan lokal akan gagal memenuhi kebutuhan sebenarnya dari komunitas yang terdampak, karena kurangnya pemahaman kontekstual. Keterlibatan dan pemberdayaan ilmuwan serta institusi pendidikan Gaza adalah kunci demi menciptakan solusi yang berkelanjutan dan inklusif.