Token Chainlink (LINK) Turun Drastis, Chainlink Reserve Terus Beli di Tengah Tekanan Jual
Finansial
Mata Uang Kripto
10 Okt 2025
297 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
LINK mengalami penurunan harga yang signifikan akibat penjualan institusional.
Cadangan Chainlink terus membeli LINK meskipun mengalami kerugian.
Sentimen investor terhadap LINK menunjukkan indikasi bearish yang perlu diperhatikan.
Token native dari jaringan oracle Chainlink, yang dikenal sebagai LINK, mengalami penurunan harga yang cukup tajam dalam 24 jam terakhir. Harga LINK sempat turun 4% ke level terendah sesi di Rp 35.57 juta ($21,30) , menjatuhkan nilainya lebih dari 8% sejak puncak lokal pada hari Senin. Penurunan ini selaras dengan kondisi pasar kripto yang lemah secara umum, ditunjukkan oleh indeks CoinDesk 20 yang juga turun sekitar jumlah yang sama.
Selain tekanan pasar yang meluas, Chainlink Reserve tetap aktif membeli token LINK di pasar terbuka. Pada hari Kamis, Chainlink Reserve membeli 45.729 LINK senilai hampir 1 juta dolar AS, menambah kepemilikan token senilai hampir 10 juta dolar AS. Namun sayangnya, dengan harga saat ini yang berada di bawah biaya rata-rata pembelian sebesar Rp 37.47 juta ($22,44) , nilai investasi ini sekarang berada dalam posisi merugi.
Data teknikal dari CoinDesk Research menunjukkan adanya momentum bearish, yang menandakan bahwa sentimen investor dalam pasar sedang melemah. Pergerakan harga LINK juga menunjukkan volatilitas 5% antara titik harga rendah dan tinggi sesi, dengan harga tertinggi berada di Rp 37.88 juta ($22,68) , di mana harga kemudian berbalik arah melalui volume perdagangan yang sangat tinggi.
Dua level resistensi penting teridentifikasi, pertama di Rp 37.88 juta ($22,68) dan kedua di Rp 36.61 juta ($21,92) . Level ini menjadi titik kunci yang memperlihatkan bahwa ada tekanan jual kuat ketika LINK mencoba untuk naik melewati harga tersebut. Aktivitas perdagangan yang sangat padat pada level resistensi pertama menguatkan indikasi bahwa harga sedang berjuang untuk naik lebih tinggi.
Secara keseluruhan, harga LINK yang turun di tengah tekanan jual institusional serta volatilitas pasar menandakan bahwa investor harus berhati-hati dan terus memantau level teknikal utama. Aktivitas pembelian dari Chainlink Reserve menunjukkan keyakinan terhadap potensi jangka panjang, tetapi risiko penurunan harga lebih jauh masih sangat mungkin terjadi jika tekanan jual tidak mereda.