Apakah Sekarang Waktu Tepat Membeli XRP Setelah Regulator Mundur?
Finansial
Mata Uang Kripto
09 Okt 2025
229 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Adopsi teknologi Ripple semakin meningkat, tetapi banyak bank masih memilih untuk tidak menggunakan XRP.
Stablecoin yang dikembangkan oleh Ripple dapat mengancam permintaan untuk XRP di masa depan.
Investasi dalam XRP mungkin berisiko karena ketidakpastian regulasi dan perkembangan produk alternatif.
XRP mengalami kenaikan harga yang sangat besar hampir 460% dalam satu tahun terakhir setelah regulator Amerika Serikat, SEC, mengakhiri litigasi terhadap Ripple, perusahaan yang mengeluarkan XRP. Hal ini menciptakan optimisme di kalangan investor bahwa XRP bisa terus naik seiring dengan adopsi Ripple yang tumbuh.
Namun, adopsi produk Ripple yang paling banyak digunakan, RippleNet, tidak membutuhkan bank untuk menyentuh atau menggunakan XRP secara langsung. Bank-bank besar lebih memilih metode ini karena mereka bisa mendapatkan efisiensi dan kecepatan pembayaran tanpa harus memegang XRP.
Produk lain dari Ripple, yaitu On-Demand Liquidity (ODL), memang menggunakan XRP sebagai aset perantara dalam transaksi lintas negara tanpa perlu menyetok mata uang asing. Sayangnya, ODL ini masih digunakan secara terbatas terutama oleh institusi yang mengalami masalah likuiditas dan nilainya jauh lebih kecil dibanding RippleNet.
Selain itu, Ripple tengah mengembangkan stablecoin sendiri bernama RLUSD yang bisa bersaing dan bahkan menggantikan XRP dalam fungsi aset jembatan di ODL. Ini menjadi ancaman besar bagi permintaan XRP di masa depan, karena stablecoin memiliki potensi pasar yang jauh lebih besar.
Karena alasan ini, meskipun harga XRP saat ini masih di bawah 3 dolar dan ada kabar baik dari sisi regulasi, para analis dan ahli investasi menyarankan agar investor tidak terburu-buru membeli XRP. Bitcoin dan Ethereum dianggap pilihan yang lebih aman dan menjanjikan untuk investasi jangka panjang.
Analisis Ahli
Johnny Rice
Meskipun ada potensi jangka pendek, fundamental penggunaan XRP agak lemah karena bank lebih memilih RippleNet tanpa XRP, dan adanya risiko dari stablecoin Ripple sendiri yang bisa menggantikan XRP.