Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Apakah Saham Affirm Overvalued? Analisis Mendalam Saham Fintech BNPL

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
investment-and-capital-markets (5mo ago) investment-and-capital-markets (5mo ago)
08 Okt 2025
178 dibaca
2 menit
Apakah Saham Affirm Overvalued? Analisis Mendalam Saham Fintech BNPL

Rangkuman 15 Detik

Affirm Holdings mengalami volatilitas harga yang signifikan, dengan sahamnya dianggap overvalued menurut beberapa metode evaluasi.
Rasio P/S menunjukkan bahwa saham Affirm diperdagangkan jauh di atas rata-rata industri, menandakan adanya risiko terhadap valuasi saat ini.
Perkembangan industri 'buy now, pay later' dan keputusan strategis dari pemain besar seperti JPMorgan dapat mempengaruhi masa depan Affirm Holdings.
Saham Affirm Holdings akhir-akhir ini sangat menarik perhatian investor karena harga sahamnya yang fluktuatif. Dalam setahun terakhir, harga saham ini naik hingga 86,3%, dan bagi yang bertahan selama tiga tahun, keuntungan mencapai hampir 300%. Namun, dalam sebulan terakhir saham ini justru mengalami penurunan sebesar 12,2%, sehingga menimbulkan keraguan tentang seberapa besar risiko yang dihadapi saat ini. Volatilitas saham ini erat kaitannya dengan perkembangan industri fintech khususnya produk "buy now, pay later" (BNPL). Banyak berita seputar Klarna yang merencanakan IPO di AS dan adanya kebijakan baru dari bank besar seperti JPMorgan yang mulai mengenakan biaya akses data kepada fintech termasuk Affirm, membuat industri ini penuh ketidakpastian. Dari sisi valuasi, Affirm tidak terlihat murah. Metode Excess Returns menunjukkan bahwa saham ini dihargai terlalu tinggi hingga 219,5% di atas nilai wajarnya berdasarkan perhitungan laba dan cost of equity. Rasio Price to Sales (P/S) Affirm saat ini ada di angka 7,74x, jauh di atas rata-rata di industri sejenis yang hanya 2,7x dan juga di atas angka fair ratio 4,34x menurut Simply Wall St. Walaupun demikian, ada pendekatan lain seperti menggunakan "Narratives" yang mengaitkan cerita bisnis dan prospek pertumbuhan secara lebih dinamis pada valuasi saham. Pendekatan ini menunjukkan nilai wajar Affirm bisa bervariasi antara Rp 1.07 juta ($64) sampai Rp 1.92 juta ($115) tergantung pada asumsi pertumbuhan dan risiko yang diperhitungkan. Kesimpulannya, meskipun saham Affirm menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar, investor harus tetap waspada terhadap risiko overvaluasi karena harga saat ini sudah memprediksi optimisme berlebih yang belum tentu terealisasi. Membuat keputusan investasi harus didasari analisa yang hati-hati dan mempertimbangkan data serta prospek riil perusahaan.

Analisis Ahli

Aswath Damodaran
Valuasi harus lebih konservatif mengingat sektor BNPL masih menghadapi tantangan profitabilitas dan regulasi yang ketat.
Mary Meeker
Pertumbuhan fintech menjanjikan, tapi investor harus menilai saham berdasarkan fundamental bukan hanya momentum pasar.