Google Luncurkan Fitur AI Coba Sepatu dan Baju Virtual di Australia, Kanada, Jepang
Teknologi
Kecerdasan Buatan
08 Okt 2025
226 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Google memperluas fitur coba virtual untuk sepatu dan pakaian ke beberapa negara.
Pengguna dapat melihat bagaimana pakaian dan sepatu akan terlihat pada diri mereka sendiri menggunakan foto.
Doppl adalah aplikasi baru dari Google yang membantu pengguna merancang gaya pribadi mereka dengan visualisasi yang lebih mendalam.
Google baru saja mengumumkan perluasan fitur coba pakaian virtual berteknologi AI ke beberapa negara baru yaitu Australia, Kanada, dan Jepang. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat bagaimana pakaian dan sepatu yang mereka pilih akan terlihat langsung di badan digital mereka sendiri hanya dengan mengunggah foto.
Sebelumnya, pengguna hanya bisa melihat baju pada model dengan berbagai tipe tubuh, tapi kini fitur AI baru ini memungkinkan pengguna untuk mengupload foto diri mereka sehingga hasil coba pakaian terasa jauh lebih personal dan akurat. Kini, Google juga menambahkan pilihan sepatu yang bisa dicoba secara virtual.
Untuk mencoba sepatu, pengguna cukup memilih produk di Google, klik tombol 'Try It On', lalu unggah foto penuh badan. Dalam beberapa detik, sepatu yang dipilih akan muncul di foto digital pengguna. Mereka juga bisa menyimpan atau membagikan hasilnya ke teman-teman.
Google mengembangkan juga aplikasi Doppl yang memperkaya pengalaman pencocokan busana menggunakan AI yang sama. Doppl memberikan fitur lebih mendalam dengan pembuatan video agar pengguna bisa melihat bagaimana pakaian bergerak dan cocok di diri mereka dalam situasi nyata.
Fitur seperti ini bukan cuma Google yang punya. Perusahaan besar lain seperti Amazon dan Walmart juga sedang berlomba menghadirkan teknologi pembelian virtual yang memungkinkan pengguna mencoba produk secara digital, menandakan tren besar di dunia e-commerce masa depan.
Analisis Ahli
Andrew Ng (AI Expert)
Integrasi AI dalam pengalaman belanja digital seperti yang dilakukan Google, memperlihatkan bagaimana AI bisa benar-benar menyatu dengan kebutuhan konsumen sehari-hari, bukan hanya sebagai gimmick teknologi.

