Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

XRP Tertekan Jelang Keputusan Lisensi Bank Ripple dan Tekanan Jual Institusional

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
08 Okt 2025
200 dibaca
2 menit
XRP Tertekan Jelang Keputusan Lisensi Bank Ripple dan Tekanan Jual Institusional

Rangkuman 15 Detik

XRP mengalami tekanan jual institusional yang signifikan, mempengaruhi harganya.
Tingkat support $2.85–$2.87 menjadi kritis menjelang batas waktu ulasan piagam Ripple oleh OCC.
Dinamika pasar global dan kebijakan bank sentral mempengaruhi likuiditas FX dan crypto, berpengaruh pada token seperti XRP.
Harga XRP turun hampir 4% pada sesi perdagangan Selasa setelah tekanan jual institusional besar memaksa harga menembus bawah zona resistance Rp 4.99 juta ($2,99) . Lonjakan volume hampir tujuh kali rata-rata harian menunjukkan adanya likuidasi signifikan yang menggerus permintaan saat harga menyentuh support Rp 48.06 juta ($2,878) . Trader kini memperhatikan apakah support Rp 4.76 juta ($2,85) –Rp 4.79 juta ($2,87) dapat bertahan mengingat tenggat waktu tinjauan lisensi bank yang sangat penting bagi Ripple. Ripple tengah mengupayakan lisensi bank nasional di Amerika Serikat, dengan batas waktu tinjauan dari OCC yang dijadwalkan pada 7 Oktober. Proses ini mendapat pengawasan ketat dari regulator, sehingga keputusan ini menjadi momen penting yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan XRP secara signifikan. Kondisi makro ekonomi global yang masih tidak stabil, dengan sengketa dagang dan kebijakan bank sentral yang berbeda-beda, juga menjadi hambatan bagi likuiditas pasar mata uang kripto seperti XRP. Di platform Binance, cadangan kustodi XRP meningkat sekitar 19% dalam satu minggu terakhir, menandakan adanya tekanan distribusi di tengah tren akumulasi oleh beberapa whale pada rantai blok. Resisten kuat di level Rp 4.99 juta ($2,99) –Rp 5.01 juta ($3,00) tetap menjadi plafond harga yang sulit ditembus. Penurunan terberat tercatat antara pukul 13:00 dan 15:00 UTC dengan volume perdagangan mencapai 586,9 juta unit, mencerminkan tekanan jual besar-besaran. Rentang harga 24 jam cukup lebar, yaitu sekitar 4,8%, yang menunjukkan ketidakstabilan dalam buku order. Namun, pada jam terakhir perdagangan terjadi rebound kecil dari Rp 47.73 juta ($2,858 k) e Rp 48.11 juta ($2,881) yang menandakan adanya stabilisasi jangka pendek saat algoritma perdagangan memanfaatkan likuiditas yang tipis. Tren keseluruhan menunjukkan kecenderungan turun dengan harga tidak mampu menembus level Rp 5.01 juta ($3,00) , sehingga bias pasar cenderung negatif sampai ada sinyal pembalikan yang jelas. Volatilitas tetap tinggi dan kemampuan zona support bertahan menjadi kunci utama untuk menentukan langkah berikutnya. Para pelaku pasar kini juga mencermati kemungkinan kaitan antara breakout Bitcoin ke Rp 2.09 juta ($125.000) dengan pergerakan altcoin seperti XRP. Apakah XRP akan terdorong naik mengikuti Bitcoin atau sebaliknya akan mengalami pemisahan pergerakan (decouple) masih menjadi pertanyaan. Selain itu, keputusan SEC terkait ETF pada bulan Oktober juga dapat menjadi katalis sentimen pasar yang signifikan bagi seluruh sektor kripto.

Analisis Ahli

Andreas Antonopoulos
Pasar XRP sangat dipengaruhi oleh sentimen regulasi, sehingga kebijakan yang jelas dari OCC dan SEC akan sangat menentukan arah harga selanjutnya.
Caitlin Long
Tekanan jual liquidasi yang kuat saat ini adalah respon pasar terhadap ketidakpastian regulasi, tapi infrastruktur on-chain yang solid memberi ruang akumulasi oleh pelaku besar.
PlanB
Jika Bitcoin dapat menembus level breakout $125.000, momentum altcoin seperti XRP bisa tertarik naik, tapi kondisi pasar yang rapuh sekarang membuat reli tersebut sulit terjadi secara spontan.