Akun PancakeSwap di X Diretas, Token CAKE Tetap Naik Meski Terancam Penipuan
Finansial
Mata Uang Kripto
08 Okt 2025
201 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Akun media sosial proyek kripto rentan terhadap peretasan dan penipuan.
Keamanan siber harus ditingkatkan dengan langkah-langkah seperti otentikasi dua faktor.
Serangan penipuan semakin canggih, termasuk penggunaan teknologi deepfake.
Akun resmi PancakeSwap versi bahasa Cina di platform X diretas oleh penjahat siber. Mereka memanfaatkan akun ini untuk mempromosikan koin meme palsu bernama 'Mr. Pancake'. Meskipun demikian, token asli PancakeSwap yaitu CAKE tetap mengalami kenaikan harga di pasar crypto.
Harga token CAKE bahkan naik sekitar 6,4% setelah mencapai harga tertinggi intraday sekitar 4,50 dolar AS, lalu turun sedikit menjadi sekitar 4,30 dolar AS. Data ini menunjukkan bahwa pasar cukup tangguh walaupun ada insiden keamanan.
Beberapa minggu sebelumnya, akun BNB Chain di X juga pernah diretas, memicu peringatan dari pendiri Binance yaitu CZ. Hal ini menggarisbawahi bahwa akun media sosial proyek cryptocurrency besar sering menjadi target karena mudah diretas lewat teknik phishing.
Para ahli keamanan mengingatkan bahwa kelemahan utama adalah manusia yang kurang sadar akan keamanan, sehingga mudah menjadi korban phishing. Selain itu, teknologi penipuan makin maju dengan memakai AI dan deepfake yang makin mudah diakses oleh penipu di berbagai platform gelap.
Untuk mencegah masalah seperti ini, ahli menyarankan agar perusahaan dan pengguna menerapkan keamanan berlapis termasuk two-factor authentication tanpa nomor telepon untuk cegah SIM swap, serta menggunakan kata sandi unik dan kuat. Edukasi keamanan juga penting agar pengguna waspada dan tidak mudah terjebak penipuan.
Analisis Ahli
Shān Zhang
Pasar meme coin BNB sangat panas sehingga menarik para penipu yang memanfaatkan basis pengguna besar di ekosistem tersebut.Alex Katz
Kelemahan manusia dalam kesadaran keamanan menjadi titik lemah utama, sehingga banyak akun mudah dikompromikan.Slava Demchuk
Insiden terkait phishing berbasis AI dan deepfake meningkat 60% dalam setahun terakhir dan teknologi ini mudah diakses bahkan oleh penipu pemula.