AI summary
Konversi darah dari tipe A menjadi tipe O universal dapat mengatasi masalah pencocokan dalam transplantasi organ. Transplantasi ginjal yang dilakukan setelah konversi darah menunjukkan hasil positif tanpa tanda penolakan awal. Inovasi ini berpotensi memperpendek waktu tunggu bagi pasien yang membutuhkan transplantasi organ. Para ilmuwan dari China dan Kanada telah berhasil mengubah golongan darah ginjal manusia dari tipe A menjadi tipe O menggunakan enzim khusus. Ini adalah kali pertama metode ini berhasil dilakukan dan ginjal yang sudah dikonversi kemudian berhasil ditransplantasikan pada penerima dengan diagnosis kematian otak. Setelah transplantasi, ginjal tersebut berfungsi dengan baik minimal selama dua hari tanpa tanda-tanda penolakan organ secara langsung.Inovasi ini menjadi solusi atas masalah besar dalam dunia transplantasi organ, yaitu kesesuaian golongan darah antara donor dan penerima. Selama ini, transplantasi hanya bisa dilakukan jika golongan darah penerima dan donor cocok, yang mempersempit kesempatan bagi pasien dan memperpanjang daftar tunggu transplantasi organ.Penelitian yang dipimpin oleh Universitas British Columbia dan Rumah Sakit West China di Sichuan ini membuka peluang baru untuk mengubah golongan darah organ donor menjadi tipe O, yang dikenal sebagai golongan darah universal. Golongan darah tipe O bisa diterima oleh siapa saja tanpa harus menunggu kecocokan golongan darah khusus.Karena metode ini, waktu tunggu transplantasi organ bisa berkurang secara signifikan, sehingga lebih banyak pasien yang bisa mendapatkan organ yang diperlukan tepat waktu. Saat ini, kekurangan organ yang didonorkan menjadi masalah global yang menyebabkan banyak kematian karena harus menunggu cukup lama untuk menerima organ yang cocok.Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Biomedical Engineering pada tanggal 3 Oktober. Meskipun ada harapan dari transplantasi organ hasil rekayasa hewan, pendekatan ini menjadi solusi jangka pendek yang lebih praktis dan langsung untuk meningkatkan efektivitas penggunaan organ manusia yang tersedia.
Metode konversi golongan darah pada organ donor ini adalah lompatan besar dalam teknologi transplantasi, mengurangi hambatan kecocokan darah yang selama ini membatasi jumlah transplantasi. Namun, masih diperlukan pengujian jangka panjang untuk memastikan keamanan dan efektivitas sebelum menjadi standar praktik klinis.