Tension Buoy: Solusi Cerdas Stabilkan Panel Surya Terapung di Waduk
Sains
Iklim dan Lingkungan
08 Okt 2025
97 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Tension Buoy adalah inovasi penting yang meningkatkan stabilitas instalasi solar terapung.
Sistem ini memungkinkan penggabungan tenaga solar dan hidro di waduk, meningkatkan efisiensi energi.
Inovasi ini dapat mempercepat adopsi solar terapung secara global dan memanfaatkan sumber daya air yang ada.
Pemanfaatan energi surya terapung pada bendungan dan waduk memiliki potensi besar untuk menambah kapasitas energi bersih secara global. Namun, perubahan tingkat permukaan air yang signifikan sering kali menjadi kendala utama yang menghambat stabilitas dan keandalan panel surya terapung tersebut.
Fred. Olsen 1848 memperkenalkan inovasi sistem mooring adaptif bernama Tension Buoy yang mampu menyesuaikan panjang tali pengikat secara otomatis saat permukaan air naik atau turun. Mekanisme ini menggunakan winch yang terletak di bagian atas pelampung untuk selalu menjaga ketegangan tali agar tidak terlalu kencang atau longgar.
Desainnya sangat sederhana dan handal, dengan rantai yang melewati bagian tengah pelampung untuk memberi ruang gerak dan menghindari ketegangan berlebih. Sistem ini dapat berfungsi secara permanen selama operasi atau sementara saat pemasangan, sehingga memudahkan proses instalasi dan perawatan.
Keunggulan Tension Buoy memungkinkan sistem tenaga surya terapung tetap stabil bahkan di reservoir dengan fluktuasi air yang besar, sehingga membuka kemungkinan menggabungkan energi surya dan hidro secara terintegrasi. Solar menghasilkan listrik di siang hari, sementara hidro menyediakan pasokan saat cuaca mendung atau malam hari.
Dengan teknologi ini, potensi pemanfaatan permukaan air waduk yang sebelumnya tidak optimal dapat dimaksimalkan untuk produksi energi terbarukan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus mempercepat adopsi teknologi hibrid solar-hidro secara global.
Analisis Ahli
Dr. Indra Kusuma (Ahli Energi Terbarukan)
Inovasi ini sangat tepat waktu karena memungkinkan pemanfaatan sumber daya air yang sudah ada tanpa perlu banyak modifikasi infrastruktur. Selain itu, pengurangan kebutuhan operasi manual akan menurunkan biaya operasional dalam jangka panjang.

