TLDR
Opal adalah alat inovatif untuk membuat aplikasi web mini tanpa menulis kode. Google memperluas akses Opal ke 15 negara baru untuk mendukung lebih banyak kreator. Peningkatan dalam Opal termasuk debugging yang lebih baik dan kecepatan pembuatan aplikasi yang lebih cepat. Google meluncurkan ekspansi akses aplikasi Opal ke 15 negara baru seperti Kanada, India, Jepang, dan Brasil. Aplikasi ini memungkinkan siapa saja membuat aplikasi mini berbasis web hanya dengan memasukkan perintah teks tanpa perlu kemampuan pemrograman.Opal menggunakan berbagai model Google untuk mengubah deskripsi aplikasi dari pengguna menjadi aplikasi yang bisa langsung dijalankan dan diedit secara visual. Pengguna dapat menyesuaikan langkah-langkah dalam proses pembuatan aplikasi dengan mudah di panel editor.Selain ekspansi geografis, Google juga meningkatkan fitur debugging Opal yang tetap mengusung konsep tanpa kode. Pengguna bisa menjalankan alur kerja secara langkah demi langkah dan memperbaiki kesalahan langsung pada titik error muncul, sehingga proses pembuatan aplikasi menjadi lebih efisien.Google memperbaiki performa inti Opal agar waktu pembuatan aplikasi baru menjadi lebih cepat, dari sebelumnya lebih dari lima detik kini lebih singkat. Selain itu, Opal kini dapat menjalankan beberapa langkah secara paralel sehingga mendukung pembuatan aplikasi dengan alur kerja yang lebih kompleks.Peluncuran Opal di AS pada Juli lalu menjadikan Google bersaing dengan platform seperti Canva, Figma, dan Replit yang juga berfokus pada pengembangan alat untuk non-pemrogram dalam membuat prototipe aplikasi secara mudah dan cepat tanpa menulis kode.