Bitmine Jadi Pemegang Treasury Ethereum Terbesar Kedua Dunia dengan Rp 223.78 triliun ($13,4 Miliar)
Finansial
Mata Uang Kripto
07 Okt 2025
256 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bitmine telah mengakumulasi ETH secara agresif, melampaui Marathon Digital.
Perusahaan ini memiliki visi jangka panjang untuk menguasai 5% dari pasokan Ethereum.
Dampak positif dari akumulasi ETH terlihat pada kinerja saham Bitmine.
Bitmine Immersion Technologies telah mencapai tonggak sejarah dengan menjadi pemegang treasury kripto terbesar kedua di dunia, melampaui Marathon Digital. Perusahaan ini mengelola aset senilai 13,4 miliar USD yang terdiri dari Ethereum, uang tunai, dan beberapa saham serta Bitcoin.
Dengan memiliki 2,83 juta Ethereum yang bernilai sekitar 12,83 miliar USD, Bitmine menguasai lebih dari 2% dari total suplai Ethereum global. Akumulasi besar ini terjadi selama kuartal ketiga yang juga merupakan periode kinerja terbaik Ethereum sepanjang sejarahnya.
Bitmine dikenal aktif didukung oleh investor besar seperti Cathie Wood dari ARK Invest serta lainnya, dan perusahaan ini berambisi menguasai hingga 5% dari jumlah Ethereum yang beredar. Saham perusahaan ini juga mengalami kenaikan nilai sebesar 41,7% dalam sebulan terakhir, mencerminkan kepercayaan pasar.
Berita ini disampaikan langsung oleh Chairman Bitmine, Thomas “Tom” Lee, saat konferensi Token 2049 di Singapura. Lee menggarisbawahi komitmen jangka panjang perusahaan untuk mengembangkan ekosistem Ethereum, termasuk kerja sama untuk integrasi teknologi AI yang sedang berkembang.
Harga Ethereum juga merespons positif kabar ini dengan naik hingga 4% dalam satu hari. Para investor menunjukkan optimisme bahwa langkah Bitmine dan perkembangan teknologi AI akan membawa dampak positif bagi masa depan Ethereum dan industri blockchain secara umum.
Analisis Ahli
Vitalik Buterin
Akumulasi besar oleh perusahaan seperti Bitmine memperkuat likuiditas dan adopsi Ethereum, meningkatkan stabilitas dan potensi inovasi dalam ekosistem.Cathie Wood
Investasi di Ethereum adalah langkah cerdas mengingat potensi blockchain dalam mengintegrasikan AI dan transformasi teknologi ke berbagai sektor.