Snowflake vs Amazon: Siapa Punya Potensi Kenaikan Saham Terbesar di Cloud Data?
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
07 Okt 2025
171 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Snowflake menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan adopsi pelanggan yang meningkat.
Amazon AWS terus berkembang dan memiliki pendapatan yang signifikan, memberikan keunggulan berkelanjutan.
Persaingan di pasar cloud semakin ketat, mengharuskan Snowflake untuk berinovasi dan mengelola biaya operasional.
Pasar analitik cloud diperkirakan akan tumbuh drastis dari 35,39 miliar dolar AS pada tahun 2024 menjadi 130,63 miliar dolar AS pada 2030. Dalam pasar yang berkembang pesat ini, dua perusahaan besar, Snowflake dan Amazon, bersaing untuk memimpin di sektor data dan analitik.
Snowflake menunjukkan pertumbuhan kuat dengan kenaikan jumlah pelanggan sebanyak 19% YoY dan inovasi produk sebanyak 250 fitur baru yang berfokus pada AI dan manajemen data. Perusahaan ini juga bermitra dengan OpenAI, Anthropic, dan Microsoft Azure untuk meningkatkan layanan AI mereka.
Di sisi lain, Amazon melalui AWS mencatat pendapatan yang sangat besar di segmen cloud dengan pertumbuhan 17,5% YoY mencapai 30,9 miliar dolar AS pendapatan kuartalan. AWS terus memperluas pelanggan besar serta menawarkan berbagai solusi cloud, termasuk Amazon Redshift dan SageMaker.
Walaupun saham Snowflake mengalami kenaikan tajam 52,3% tahun ini dibandingkan Amazon yang hampir datar, secara valuasi Snowflake dinilai lebih mahal dengan Price/Sales ratio 15,04X dibandingkan Amazon 3,07X. Keduanya saat ini mendapatkan rekomendasi Hold.
Meski Snowflake memiliki portofolio yang kuat dan inovatif, tekanan dari biaya investasi infrastruktur dan persaingan ketat dari hyperscale cloud provider seperti Amazon menyulitkan pertumbuhan marjinnya. Amazon memiliki keunggulan diversifikasi yang membuatnya lebih stabil untuk jangka panjang.
Analisis Ahli
Brad Zelnick (Jefferies)
Amazon AWS tetap menjadi tulang punggung pertumbuhan dengan skala dan kemampuan yang sulit disaingi, sementara Snowflake harus terus berinovasi untuk menjaga pertumbuhan yang cepat.Katy Huberty (Morgan Stanley)
Snowflake berisiko menghadapi tekanan margin, tetapi kolaborasi AI bisa membuka peluang besar jika dieksekusi dengan baik.