TLDR
Ketidakonsistenan regulasi di Asia Tenggara menyulitkan operasi perusahaan kripto global. Amerika Serikat diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam menetapkan standar kripto global. Stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata dipandang sebagai pendorong utama pertumbuhan kripto di masa depan. Di Asia Tenggara, inovasi dalam dunia kripto berkembang pesat dengan banyak pengembang dan pengguna baru yang membangun ekosistem blockchain mereka. Namun, masalah besar muncul karena regulasi di kawasan ini sangat beragam dan tidak seragam di setiap negara. Hal ini membuat sulit bagi perusahaan seperti Gemini untuk beroperasi secara konsisten dan efisien di semua pasar regional.Gemini, sebuah bursa dan kustodian kripto yang didirikan oleh Cameron dan Tyler Winklevoss, sedang menghadapi tantangan ini saat berusaha memperluas bisnisnya di kawasan Asia-Pasifik. Saad Ahmed, Kepala APAC Gemini, menjelaskan bahwa meskipun bakat dan kreativitas yang tersebar membuat wilayah ini menonjol, peraturan yang berbeda-beda adalah hambatan besar bagi pertumbuhan jangka panjang.Beberapa negara seperti Dubai, Singapura, dan Hong Kong sudah memiliki kerangka regulasi yang jelas, tetapi mereka tetap berbeda satu sama lain. Hal ini mengharuskan perusahaan kripto untuk mengurus lisensi dan kepatuhan secara terpisah di setiap negara, jauh berbeda dengan pasar yang sudah memiliki regulasi lebih terpusat seperti AS atau Uni Eropa.Meski regulasi di Asia masih berantakan, Saad Ahmed percaya bahwa Amerika Serikat akan menjadi pemain utama dalam membentuk standar global kripto ketika peraturan di sana sudah lebih jelas. Saat ini, sejumlah RUU terkait stablecoin dan struktur pasar tengah dibahas di Kongres AS yang dapat membawa perubahan besar.Pada sisi teknologi, stablecoins dan tokenisasi aset dunia nyata dianggap sebagai dua pendorong utama siklus pertumbuhan kripto berikutnya. Teknologi ini mulai dapat menyelesaikan masalah bisnis nyata, terutama dalam pembayaran internasional dan tokenisasi aset tradisional yang diperkirakan akan menciptakan pasar bernilai hingga 100 triliun dollar.