Mercury dan Nightwing Bersinergi Perkuat Keamanan Siber Perangkat Pertahanan
Teknologi
Keamanan Siber
06 Okt 2025
224 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Kolaborasi antara Mercury dan Nightwing memperkuat keamanan siber perangkat keras misi.
Integrasi teknologi resilien dapat mengurangi biaya siklus hidup program pemerintah.
Sistem yang aman dan siap digunakan sangat penting untuk melindungi misi kritis di lingkungan yang terhubung.
Mercury Systems Inc., perusahaan teknologi pertahanan asal Massachusetts, menjalin kerja sama dengan Nightwing, perusahaan cybersecurity independen yang berbasis di Virginia. Tujuan kerja sama ini adalah untuk meningkatkan keamanan perangkat keras misi yang digunakan dalam operasi pertahanan dan intelijen. Dengan menghadirkan alat ketahanan siber dari Nightwing, Mercury berusaha mengatasi risiko serangan siber yang semakin beragam dan kompleks, terutama pada sistem edge computing mereka.
Dalam kemitraan ini, integrasi teknologi Nightwing diterapkan untuk menambahkan perlindungan anti-tamper dan keamanan yang telah terintegrasi sebelumnya agar sistem Mercury bisa menjaga integritasnya selama operasi kritikal. Hal ini sangat penting karena sistem pertahanan yang rentan terhadap serangan dapat mengakibatkan gangguan serius yang berdampak pada misi nasional. Dengan sistem yang siap pakai dan aman, pelanggan Mercury dapat merasa lebih aman terhadap ancaman di lingkungan misi yang semakin terkoneksi.
Pengalaman Nightwing yang luas dalam mendukung militer dan badan intelijen Amerika Serikat menjadi modal utama dalam kerja sama ini. Kemitraan ini juga diharapkan menekan biaya siklus hidup program pertahanan pemerintah dengan meningkatkan kehandalan dan ketahanan sistem. Mercury sendiri tengah menjalankan beberapa kontrak penting, termasuk pengembangan subsistem komunikasi kokpit untuk pesawat militer baru Amerika Serikat, sehingga memperkuat relevansi solusi ini.
Harga saham Mercury Systems mengalami peningkatan premarket sebesar 1,80% menjadi Rp 141.95 juta (US$85,00) setelah berita kolaborasi ini diumumkan. Hal ini mencerminkan optimisme pasar terhadap langkah strategis perusahaan dalam mengatasi ancaman siber yang kini menjadi perhatian utama sektor pertahanan. Ke depan, sinergi ini diharapkan memperkuat posisi Mercury di lebih dari 300 program pertahanan di 35 negara.
Nightwing yang baru berdiri sebagai entitas independen pada tahun 2024, setelah spin-off dari perusahaan Fortune 100, membawa keahlian khusus dalam teknologi resiliency. Dengan aliansi ini, mereka mendukung percepatan pengamanan dan pengoperasian alat-alat pertahanan di medan tugas, sehingga misi militer dan intelijen bisa berjalan tanpa hambatan akibat serangan siber yang kini semakin canggih dan beragam sumbernya.
Analisis Ahli
Tom Smelker
Kolaborasi ini memadukan portofolio hardware terpercaya Mercury dengan keahlian cybersecurity terdepan untuk perlindungan misi kritikal.Tim Zentz
Teknologi resiliency kami akan mempercepat dan memastikan keamanan peralatan pertahanan sambil menjaga kelangsungan misi tanpa gangguan.