Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Stablecoin Rusia Disanksi Jadi Sponsor Acara Kripto di Singapura, Bahaya Kepatuhan!

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
06 Okt 2025
64 dibaca
2 menit
Stablecoin Rusia Disanksi Jadi Sponsor Acara Kripto di Singapura, Bahaya Kepatuhan!

Rangkuman 15 Detik

Kehadiran A7A5 di Token2049 menyoroti tantangan kepatuhan terhadap sanksi internasional.
Promsvyazbank, sebagai bank yang mendukung A7A5, terlibat dalam pembiayaan sektor pertahanan Rusia dan dikenakan sanksi.
Pasar crypto saat ini mengalami lonjakan harga yang signifikan, dipicu oleh ketidakpastian politik dan permintaan akan aset aman.
Sebuah stablecoin yang menggunakan rubel Rusia sebagai jaminan, yang terhubung dengan bank negara Rusia yang disanksi, secara mengejutkan menjadi sponsor di acara kripto besar Token2049 di Singapura. Hal ini menimbulkan masalah kepatuhan karena Singapura sendiri telah mengikuti sanksi internasional terhadap bank tersebut setelah invasi Rusia ke Ukraina. Token2049 diorganisasi oleh BOB Group yang berbasis di Hong Kong, daerah yang mengikuti kebijakan Beijing yang masih menjaga hubungan dagang dengan Rusia, sehingga hukum lokal tidak melarang sponsor tersebut. Akibatnya, sponsor stablecoin A7A5 bisa lolos meski dilarang di Singapura. Para sponsor lain di konferensi merasa khawatir dan panik karena kehadiran A7A5 bisa menimbulkan risiko hukum dan reputasi, sehingga akhirnya nama A7A5 dihapus dari situs resmi setelah mendapatkan tekanan. Namun, A7A5 masih aktif mempromosikan diri di media sosial sebagai sponsor resmi. Di tengah kisruh ini, stablecoin seperti Tether dan inovasi di Ethereum terus mendapat perhatian karena mereka terkait dengan dolar AS dan teknologi blockchain yang sedang berkembang seperti upgrading Fusaka yang akan memperbaiki efisiensi jaringan Ethereum. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektifitas pelaksanaan sanksi internasional di dunia kripto, yang beroperasi lintas negara dan berpotensi memanfaatkan celah hukum antar yurisdiksi untuk terus beroperasi.

Analisis Ahli

Bo Hines
Stablecoin harus dipandang sebagai alat yang mendukung stabilitas dolar AS dan mendukung sistem keuangan yang transparan dan teratur.
Oleg Ogienko
Kebutuhan untuk solusi pembayaran alternatif yang dapat menghindari sanksi selama konflik geopolitik menjadi alasan penting di balik pengembangan stablecoin berbasis rubel.