Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tantangan dan Masa Depan AI Agent dalam Perdagangan Kripto yang Aman

Finansial
Mata Uang Kripto
YahooFinance YahooFinance
05 Okt 2025
221 dibaca
2 menit
Tantangan dan Masa Depan AI Agent dalam Perdagangan Kripto yang Aman

Rangkuman 15 Detik

Perilaku anomali agen AI dalam trading crypto dapat menyebabkan kesalahan signifikan.
Penggabungan model bahasa besar dan pembelajaran mesin tradisional dapat membantu mengurangi kesalahan pada agen AI.
Risiko dalam penggunaan agen AI untuk trading crypto memerlukan pengaturan yang lebih ketat untuk menjaga keamanan investasi.
AI agent adalah program otomatis yang dirancang untuk melakukan tugas tertentu tanpa pengawasan manusia yang konstan. Saat ini, AI agent mulai banyak digunakan dalam industri kripto untuk mengelola portofolio dan melakukan perdagangan secara otomatis. Namun, teknologi ini belum sempurna dan sering melakukan kesalahan besar saat menjalankan perintah, seperti menukar aset kripto yang salah hingga kehilangan uang. Masalah utama berasal dari ketergantungan AI agent pada model bahasa besar (LLM) yang kerap berhalusinasi, terutama ketika harus berhadapan dengan data numerik dan keputusan finansial kompleks. Selain itu, AI agent juga rentan terhadap penggunaan data historis yang tidak relevan saat kondisi pasar berubah serta gagal mempertimbangkan faktor-faktor penting dalam perdagangan seperti likuiditas dan slippage. Beberapa perusahaan besar seperti Google dan Microsoft tengah berinvestasi besar di bidang ini, dan pasar AI agent diperkirakan akan tumbuh melebihi Rp 835.00 triliun ($50 miliar) dalam lima tahun mendatang. Namun, masih banyak risiko dan tantangan yang harus diatasi agar AI agent dapat bekerja secara aman dan andal, terutama saat diberi akses mengelola dana nyata. Untuk mengurangi masalah ini, Allora Labs mengembangkan jaringan AI terdesentralisasi yang mengombinasikan keunggulan model bahasa besar dengan machine learning tradisional. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan dan membuat AI agent lebih stabil saat diaplikasikan dalam keuangan terdesentralisasi dan perdagangan kripto. Namun, keamanan tetap diperketat dengan membatasi fungsi AI agent agar tidak sembarangan menggunakan dana pengguna. Meski AI agent bisa membuat kesalahan fatal, manusia juga tidak selalu sempurna dalam perdagangan finansial. Dengan kemajuan teknologi dan penyesuaian yang tepat, AI agent memiliki potensi besar untuk menjadi alat yang cukup mandiri dan efisien di masa depan dalam mengelola aset kripto dan investasi lainnya.

Analisis Ahli

Nick Emmons
AI agent harus mengkombinasikan keunggulan LLM dan machine learning tradisional untuk mengurangi kesalahan dan halusinasi di bidang keuangan agar bisa diaplikasikan secara aman dalam manajemen aset nyata.