Harga WLFI Turun Setelah Penjualan Token Treasury ke Hut8, Bagaimana Prospeknya?
Finansial
Mata Uang Kripto
04 Okt 2025
46 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga WLFI mengalami penurunan meskipun ada penjualan token yang diumumkan.
Sentimen pasar cenderung negatif terkait keputusan Hut8 untuk membeli token di atas harga pasar.
Para pembeli perlu mengatasi resistensi harga agar dapat membalikkan tren bearish.
Harga token WLFI mengalami penurunan sebesar 3% pada tanggal 4 Oktober, turun ke level Rp 334.00 ribu ($0,20) . Hal ini terjadi meskipun pasar kripto secara keseluruhan sedang naik. Penurunan harga terjadi beberapa jam setelah WLFI mengumumkan telah melakukan penjualan token treasury kepada Hut8, perusahaan yang mendapat dukungan dari Trump.
Hut8 membeli token WLFI langsung dari cadangan treasury yang terkunci dengan harga kesepakatan sebesar Rp 417.50 ribu ($0,25) per token. WLFI menegaskan bahwa token yang dijual bukan token baru yang diterbitkan sehingga tidak menyebabkan dilution atau penurunan nilai token yang ada.
Namun, meskipun penjelasan tersebut, pasar merespons negatif. Ada keraguan mengapa Hut8 mau membeli dengan harga lebih mahal dari harga pasar, dan juga kekhawatiran soal bagaimana token cadangan yang diklaim 'terkunci' bisa dijual tanpa informasi yang jelas mengenai syarat pembukaannya.
Data perdagangan WLFI menunjukkan volume naik 4% pada hari yang sama, menandakan penjualan dari pemegang token meningkat dan melebihi minat pembeli baru. Dari sisi teknikal, harga WLFI masih berada di bawah tiga jenis rata-rata pergerakan sederhana (SMA) utama, yang berfungsi sebagai level resistance kuat di sekitar Rp 34.23 juta ($0,2050) .
Indikator RSI yang turun ke level 44,46 mengindikasikan tekanan beli yang lemah, sehingga kemungkinan sulit bagi harga untuk naik kecuali ada penembusan di atas Rp 34.23 juta ($0,2050) . Jika level support Rp 334.00 ribu ($0,20) tidak bertahan, harga bisa turun lebih jauh ke sekitar Rp 32.56 juta ($0,1950) yang merupakan level terendah pada akhir September.