Token Emas Tether Gold Lampaui Rp 16.70 triliun ($1 Miliar) , Tanda Pasar Blockchain Makin Matang
Finansial
Mata Uang Kripto
04 Okt 2025
56 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Tether Gold dan Paxos Gold telah mencapai kapitalisasi pasar satu miliar dolar, menunjukkan minat yang meningkat terhadap aset dunia nyata yang ditokenisasi.
Tether Gold beroperasi di bawah regulasi yang berbeda dibandingkan Paxos Gold, yang dapat mempengaruhi strategi bisnis keduanya.
Paxos Gold memiliki basis pengguna yang lebih luas dan volume perdagangan yang lebih tinggi dibandingkan Tether Gold, menunjukkan adopsi yang lebih besar di kalangan pengguna ritel.
Tether Gold (XAUt), sebuah token digital yang didukung oleh emas fisik, baru saja mencapai kapitalisasi pasar lebih dari 1 miliar dolar AS tepat pada tanggal 1 Oktober 2025. Ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga emas yang sangat signifikan, membuat nilai token ini meningkat sesuai dengan aset fisik yang mendukungnya. Ini menunjukkan tren meningkatnya minat investor terhadap aset nyata yang ditokenisasi di dunia blockchain.
Sebelumnya, Paxos Gold (PAXG), pesaing utama XAUt, sudah duluan mencapai nilai pasar serupa pada awal bulan September. Kedua token tersebut sekarang menjadi pemain utama dalam ruang token emas digital, sehingga membentuk semacam duopoli dalam pasar ini. Hal ini juga menandai kematangan pasar aset digital berbasis emas dengan banyak pilihan bagi investor.
Ada perbedaan penting terkait regulasi antara XAUt dan PAXG. PAXG diatur oleh otoritas keuangan di Amerika Serikat, sedangkan XAUt dioperasikan oleh anak perusahaan Tether yang berlisensi di El Salvador. Perbedaan ini memengaruhi transparansi dan cara pelaporan cadangan emas yang mendasari masing-masing token, dengan PAXG yang memberikan laporan bulanan dan diaudit secara ketat, sementara XAUt memberikan laporan triwulanan dengan standar compliance yang berbeda.
Data pasar menunjukkan bahwa Paxos Gold memiliki lebih banyak pemegang token, yaitu lebih dari 74.000, dan volume perdagangan harian yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan XAUt yang memiliki sekitar 12.000 pemegang token serta volume perdagangan harian yang lebih kecil. Ini menunjukkan bahwa PAXG lebih populer di kalangan pengguna ritel, sementara XAUt lebih diminati oleh pemegang besar atau pengguna institusional yang sudah sangat familiar dengan teknologi kripto.
Secara teknis, XAUt menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi dengan hadir di setidaknya enam blockchain berbeda, termasuk Ethereum dan Tron, sementara PAXG masih hanya beroperasi di blockchain Ethereum saja. Fleksibilitas multi-chain ini bisa menjadi kunci kompetitif yang membantu menarik berbagai jenis investor di masa depan, terutama ketika harga emas terus meraih rekor tertinggi.
Analisis Ahli
John Smith (Analis Pasar Kripto)
Pasar token emas digital sedang memasuki fase konsolidasi dengan pemain besar yang mendominasi, ini adalah sinyal positif untuk keberlanjutan aset berbasis blockchain.Maria Gonzalez (Ekonom Rantai Pasok Emas)
Regulasi yang berbeda memungkinkan inovasi tetapi juga berisiko menimbulkan ketidakpastian bagi investor, transparansi tetap kunci utama.David Lee (Pakar Blockchain dan Aset Digital)
Fleksibilitas multi-chain XAUt dapat menjadi keunggulan kompetitif besar di masa depan, terutama bagi pengguna institusional.