Solana Hadapi Tekanan Jual Meski ETF dan Indikator Tekankan Potensi Kenaikan
Finansial
Mata Uang Kripto
04 Okt 2025
236 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Solana menghadapi tantangan harga karena tekanan dari penarikan staking.
Ada potensi bullish jika Solana dapat menembus resistensi psikologis di $240.
Spekulasi positif terkait ETF Solana dapat mendukung permintaan meski ada penarikan staking.
Harga Solana (SOL) sempat naik dua hari berturut-turut dengan kenaikan sekitar 6% namun pada akhir minggu hanya naik sekitar 3%, gagal menembus level psikologis Rp 4.01 juta ($240) . Penurunan dalam jumlah staking yang cukup besar membuat sebagian token yang terkunci kembali beredar, menambah tekanan jual di pasar.
Dalam dua minggu terakhir, total token yang ditarik dari staking adalah sekitar 3,38 juta SOL dengan nilai mencapai 787 juta dolar AS, sehingga suplai token yang beredar meningkat dan menyulitkan harga untuk bertahan di level tinggi seperti Rp 4.01 juta ($240) .
Di sisi lain, berita positif terkait kemungkinan persetujuan ETF Solana dari analis Bloomberg, Eric Balchunas, membuat banyak investor tetap optimistis bahwa dana besar dapat masuk ke pasar segera, memberikan dukungan pada harga SOL walaupun ada tekanan dari penarikan staking.
Secara teknikal, Solana menunjukkan tanda-tanda awal siklus naik baru dengan terbentuknya golden cross pada moving average harian, dan indikator MACD berbalik positif, diikuti nilai RSI yang menunjukkan ruang untuk kenaikan harga lebih lanjut sebelum kondisi jenuh beli terjadi.
Jika harga SOL dapat menembus level resistance Rp 4.09 juta ($245) , ada potensi lonjakan harga hingga Rp 4.68 juta ($280) yang merupakan zona penawaran utama berikutnya. Namun, jika harga gagal menembus dan tekanan jual dari staking terus meningkat, harga SOL dapat terseret turun ke sekitar level Rp 3.67 juta ($220) .
Analisis Ahli
Eric Balchunas
Persetujuan ETF Solana hampir pasti, yang dapat membawa masuknya arus modal besar dan mendorong harga SOL lebih tinggi dalam jangka panjang.