Benarkah Membiarkan Laptop Sleep Boros Listrik dan Merusak?
Teknologi
Gadgets dan Wearable
03 Okt 2025
284 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Mematikan laptop secara rutin dapat mencegah masalah perangkat lunak.
Biaya listrik dari laptop dalam kondisi tidur tidak signifikan dibandingkan dengan penghematan dari penggunaan lampu LED.
Meskipun laptop dalam keadaan tidur menghabiskan sedikit energi, tetap disarankan untuk dimatikan saat tidak digunakan dalam waktu lama.
Banyak orang cenderung hanya menutup layar laptop mereka tanpa mematikannya setelah selesai digunakan. Cara ini membuat laptop dalam kondisi sleep, yang hanya memasok listrik ke RAM untuk menyimpan data aktif. Kebiasaan ini menimbulkan pertanyaan apakah laptop dalam mode sleep boros listrik dan apakah berisiko merusak perangkat.
Popsci melakukan eksperimen untuk menghitung berapa listrik yang digunakan laptop saat mode sleep selama 15 jam. Dengan alat pengukur listrik Kill A Wat, ditemukan bahwa laptop hanya mengonsumsi 0,02 kWh listrik dalam waktu tersebut. Artinya daya yang digunakan sangat kecil meskipun laptop tetap tercolok di stop kontak.
Tarif listrik golongan rumah tangga besar di Indonesia sekitar Rp 1.699,53 per kWh, sehingga biaya listrik yang digunakan laptop dalam mode sleep selama 15 jam hanya sekitar Rp 34. Dalam setahun, biaya listrik tersebut mencapai sekitar Rp 298 ribu, jumlah yang relatif kecil dibandingkan penggunaan listrik lainnya di rumah.
Dibandingkan dengan penghematan listrik dari mengganti bohlam lampu pijar ke lampu LED, mematikan laptop setelah digunakan tidak memberikan perbedaan biaya yang signifikan. Namun, laptop yang terus menyala dalam waktu lama tanpa dimatikan berisiko menjadi tidak stabil karena akumulasi bug di memori.
Mematikan laptop secara rutin, terutama jika tidak akan digunakan dalam waktu lama, tetap dianjurkan. Restart atau shutdown membantu menghilangkan bug yang mengganggu kinerja dan memperpanjang usia laptop agar tetap optimal.
Analisis Ahli
Ahli Teknologi Informasi
Mode sleep memang hemat energi, tapi bukan solusi jangka panjang untuk kesehatan laptop. Restart dan shutdown dapat menyelesaikan masalah software dan memperpanjang usia perangkat.
