AI summary
BBVA menjadi bank EMEA pertama yang mengadopsi infrastruktur trading cryptocurrency dari SGX FX. Kemitraan ini memungkinkan klien ritel untuk memperdagangkan Bitcoin dan Ethereum secara langsung melalui platform BBVA. BBVA berkomitmen untuk memperluas layanan cryptocurrency dengan menjalin aliansi dengan berbagai perusahaan terkemuka di industri. Banco Bilbao Vizcaya Argentaria (BBVA), bank besar asal Spanyol, baru-baru ini mengumumkan kemitraan strategis dengan SGX FX di Singapura untuk menghadirkan layanan trading kripto bagi nasabah ritel. Ini berarti para pengguna bisa membeli dan menjual aset digital populer seperti Bitcoin dan Ethereum melalui platform BBVA kapan saja mereka inginkan.Melalui kerja sama ini, BBVA menjadi bank pertama di wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) yang menggunakan infrastruktur perdagangan kripto milik SGX FX. Dengan demikian, layanan ini menawarkan akses perdagangan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, menggunakan sistem yang sudah diterapkan dalam perdagangan mata uang asing.SGX FX sendiri sebelumnya fokus melayani investor yang bersifat institusional dan profesional. Namun kini, dengan kemitraan ini, jangkauan trading kripto pun diperluas ke kalangan ritel yang selama ini sulit untuk mendapat akses mudah dan terpercaya di pasar digital asset.BBVA sebelumnya cukup aktif di ranah kripto, dengan berbagai kerja sama seperti dengan Binance untuk membangun solusi penyimpanan aset digital yang aman setelah keguncangan besar di industri kripto dunia, serta dengan Ripple Labs untuk menyediakan layanan serupa di bawah regulasi ketat Spanyol.Dengan izin dari regulator Spanyol, Bank Nasional Securities Market Commission, nasabah BBVA sudah dapat membeli, menjual, dan menyimpan kripto langsung dari platform perbankan digital yang mereka gunakan sehari-hari tanpa perlu aplikasi atau akun terpisah.
Kemitraan BBVA dan SGX FX menunjukkan evolusi penting dalam industri keuangan tradisional yang mulai serius mengintegrasikan kripto sebagai bagian dari layanan ritel mereka, bukan hanya institusional. Namun, tantangan regulasi dan edukasi pasar tetap menjadi kunci agar produk ini dapat diterima secara luas dan aman bagi pengguna ritel.