Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ilmuwan Prediksi Alam Semesta Akan Runtuh dalam 20 Miliar Tahun

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (5mo ago) astronomy-and-space-exploration (5mo ago)
02 Okt 2025
273 dibaca
2 menit
Ilmuwan Prediksi Alam Semesta Akan Runtuh dalam 20 Miliar Tahun

Rangkuman 15 Detik

Henry Tye memperbarui model kosmologi berdasarkan data terbaru dan menyarankan bahwa alam semesta mungkin akan mengalami 'big crunch'.
Observatorium energi gelap memberikan informasi penting yang dapat mengubah pandangan kita tentang ekspansi alam semesta.
Model baru ini memberikan perkiraan waktu untuk akhir alam semesta, yaitu sekitar 20 miliar tahun dari sekarang.
Para ilmuwan dulu meyakini alam semesta akan terus berkembang selamanya karena konstanta kosmologis dianggap positif. Namun, hasil pengamatan terbaru pada energi gelap menunjukkan bahwa tanda konstanta ini mungkin sebenarnya negatif, yang mengubah pandangan kita tentang masa depan kosmos. Henry Tye melakukan perhitungan baru dengan data dari observatorium di Chile dan Arizona. Penemuannya menunjukkan alam semesta tidak hanya akan berhenti berkembang tetapi bisa juga berkontraksi hingga akhirnya runtuh total, sebuah peristiwa yang disebut big crunch. Data dari survei energi gelap menunjukkan bahwa energi gelap yang dulu dianggap konstan kini mungkin adalah efek dari partikel ber massa rendah yang perilakunya berubah seiring waktu. Hal ini memberi petunjuk kuat pada teori bahwa alam semesta akan mengalami perubahan besar di masa depan. Menurut model terbaru ini, alam semesta saat ini berada di tengah perjalanan hidupnya yang diperkirakan sekitar 33 miliar tahun, dan akan runtuh sekitar 20 miliar tahun mendatang. Ini berarti alam semesta kita seperti 'dilipat kembali' ke titik awalnya. Proyek dan observatorium lain seperti Zwicky, Euclid, SPHEREx, dan Rubin Observatory akan terus memberikan data baru untuk memperbaiki pemahaman kita tentang energi gelap dan nasib akhir alam semesta. Ini merupakan langkah penting untuk memahami awal dan akhir eksistensi kosmos.

Analisis Ahli

Sean Carroll
Tanda negatif pada konstanta kosmologis memang akan menyebabkan universe akhirnya mengalami kontraksi. Namun, kita harus sangat berhati-hati menerima prediksi kapan dan bagaimana hal itu terjadi karena model kosmologi masih terus berkembang.
Lisa Randall
Idea bahwa alam semesta akan mengalami big crunch adalah salah satu hipotesis penting yang harus diuji dengan data pengamatan modern. Tahun-tahun mendatang akan sangat menentukan dalam mengkonfirmasi apakah ini memang nasib alam semesta.