Ketegangan AS-China Pengaruhi Investasi di Proyek Gas Besar Aramco Jafurah
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
02 Okt 2025
129 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Proyek Jafurah adalah langkah strategis bagi Arab Saudi untuk meningkatkan produksi gas.
Bank negara Cina menjadi sumber utama pembiayaan meskipun dana Cina tidak berinvestasi.
Ketegangan perdagangan AS-Cina mempengaruhi partisipasi investasi di sektor energi.
Proyek gas Jafurah milik Aramco di Saudi Arabia berpotensi menjadi proyek shale gas terbesar di luar Amerika Serikat dan mendapat pendanaan besar dari bank-bank terbesar China. Meski bank-bank tersebut memberikan pinjaman berbiliaran dolar, dana investasi China tidak ikut berpartisipasi dalam pendanaan proyek ini karena ketegangan dagang yang meningkat antara China dan Amerika Serikat.
Aramco pada Agustus 2023 menandatangani kesepakatan lease-and-leaseback senilai 11 miliar dolar AS dengan konsorsium yang dipimpin oleh Global Infrastructure Partners, yang juga melibatkan BlackRock dan investor besar dari Abu Dhabi seperti Mubadala dan Lunate. Dalam kesepakatan ini, Aramco mempertahankan 51% saham dan konsorsium memegang 49%.
Ketiadaan dana ekuitas dari China pada proyek Jafurah berbeda dengan kondisi tahun 2022, ketika Silk Road Fund dan China Merchants Capital ikut terlibat dalam proyek pipa bersama BlackRock dan mitra lainnya. Hal ini menunjukkan bagaimana dinamika politik dan perdagangan secara langsung memengaruhi pola investasi lintas negara.
Dalam konteks geopolitik, China sendiri memainkan peran penting di kawasan dengan membantu rekonsiliasi antara Saudi Arabia dan Iran serta menjadi pembeli minyak terbesar Saudi. Namun, Beijing juga menginstruksikan agar dana negaranya menghindari investasi yang berhubungan dengan perusahaan Amerika, termasuk dalam proyek yang melibatkan BlackRock.
Ketegangan ini diperkirakan akan terus mengubah lanskap investasi global, terutama dalam sektor energi, yang memaksa Saudi dan negara-negara lain untuk menyesuaikan strategi pendanaan dan kemitraan agar tetap dapat mengembangkan kapasitas produksi gas dan memenuhi kebutuhan energi masa depan.
Analisis Ahli
Michael Levi (Pakard Fellow di Council on Foreign Relations)
Ketegangan AS-China tidak hanya soal perdagangan barang, tapi juga memengaruhi aliran modal dan teknologi yang vital untuk proyek-proyek energi besar seperti Jafurah. Ini menandai era di mana perusahaan dan pemerintah harus lebih berhati-hati dalam menjalin kemitraan lintas batas.Fatih Birol (Direktur Eksekutif IEA)
Proyek gas seperti Jafurah penting untuk mengeksplorasi potensi gas di luar Amerika, dan dinamika geopolitik saat ini bisa memperlambat atau mengubah pola investasi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan energi global yang terus meningkat.