Pemerintah AS Evaluasi DeepSeek: Model AI China Unggul atau Tertinggal?
Teknologi
Kecerdasan Buatan
02 Okt 2025
48 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
DeepSeek dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS.
Laporan NIST menunjukkan bahwa model AI Cina masih kalah dibandingkan dengan model AS.
Evaluasi kemampuan model AI mencerminkan kekhawatiran terhadap narasi negara dan keamanan data.
Pemerintah Amerika Serikat baru saja melakukan evaluasi pertama yang komprehensif terhadap kemampuan model AI dari DeepSeek, perusahaan AI terkemuka China. Ini adalah langkah penting untuk memahami bagaimana teknologi China dibandingkan dengan model-model terdepan dari AS.
Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Centre for AI Standards and Innovation dan Departemen Perdagangan AS, model AI China tertinggal dalam hal performa, biaya, keamanan, dan tingkat adopsi dibandingkan dengan model-model Amerika seperti GPT-5 dari OpenAI.
DeepSeek dan model AI China lain disebut sebagai "adversary AI" karena berpotensi menimbulkan risiko keamanan, terutama terkait dengan pengumpulan data pengguna dan amplifikasi narasi resmi dari pemerintah China.
Laporan ini menjadi respons terhadap arahan Presiden Donald Trump yang meminta evaluasi terhadap model-model AI canggih dari China untuk memastikan mereka tidak bertentangan dengan keamanan nasional dan nilai-nilai yang dianut Amerika Serikat.
Hasil evaluasi akan menjadi dasar bagi pemerintah AS dalam menetapkan kebijakan dan regulasi yang berkaitan dengan interaksi dan pengawasan teknologi AI asing, sekaligus memperkuat posisi model AI dalam negeri.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Evaluasi komprehensif ini penting untuk memastikan bahwa teknologi AI aman dan sesuai dengan standard internasional, namun penting juga untuk mempertimbangkan aspek kolaborasi lintas negara dalam pengembangan AI.Fei-Fei Li
Penekanan berlebihan pada aspek politik dalam AI dapat menghambat inovasi dan adopsi teknologi yang sebenarnya membawa manfaat besar bagi banyak industri.

