Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengenal Cara Penjahat Siber Bobol Rekening Dana Nasabah Hingga Rp70 Miliar

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (5mo ago) cyber-security (5mo ago)
01 Okt 2025
259 dibaca
2 menit
Mengenal Cara Penjahat Siber Bobol Rekening Dana Nasabah Hingga Rp70 Miliar

Rangkuman 15 Detik

Pembobolan RDN di Indonesia menunjukkan pentingnya keamanan sistem dalam sektor keuangan.
Investigasi dan mitigasi yang dilakukan oleh OJK dan BCA adalah langkah krusial untuk melindungi investor.
Peningkatan kesadaran akan risiko keamanan siber sangat diperlukan di kalangan pengguna layanan keuangan.
Beberapa waktu terakhir, dunia investasi di Indonesia digemparkan oleh kasus pembobolan Rekening Dana Nasabah atau RDN. RDN adalah rekening khusus yang digunakan untuk menyimpan dana investor di perusahaan sekuritas. Kasus ini terungkap ketika anak usaha PT Panca Global Kapital Tbk mengalami kerugian besar hingga Rp70 miliar akibat rekening mereka dibobol penjahat siber. Penjahat siber memanfaatkan celah di teknologi Application Programming Interface (API) yang menghubungkan sistem sekuritas dan infrastruktur kliring. Mereka dapat mengambil data KYC nasabah, melihat saldo, dan mengirim perintah transfer palsu seakan-akan resmi. Selanjutnya, dana dipindahkan ke rekening bank dormant yang jarang dicek oleh pemiliknya, sehingga pencurian sulit terdeteksi. Data KYC investasi yang dicuri sangat berbahaya karena berisi informasi identitas yang memungkinkan pelaku menyusun permintaan transfer dan melewati sistem verifikasi otomatis. Pergerakan dana melalui teknik berlapis membuat jejak sulit ditemukan. Selain kasus PT Panca Global, pembobolan serupa juga pernah terjadi di NH Korindo dan Trimegah. Menanggapi kasus ini, Bank BCA selaku pengelola rekening memastikan sistem mereka aman dan tengah melakukan investigasi bersama perusahaan sekuritas. Di sisi lain, OJK dan Self Regulatory Organization (SRO) telah mengeluarkan aturan baru, termasuk pembatasan pengalihan dana RDN hanya ke rekening atas nama nasabah serta meminta penguatan sistem keamanan RDN. Kejadian ini menjadi peringatan penting bahwa teknologi yang digunakan untuk investasi harus terus diperkuat keamanannya. Investor dan pihak terkait di pasar modal diharapkan waspada dan mendukung langkah pengawasan guna mencegah kerugian lebih besar dan menjaga kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Analisis Ahli

Inarno Djajadi
Langkah-langkah mitigasi yang diambil OJK dan SRO sangat penting untuk menjaga integritas pasar modal dan melindungi investor dari risiko penyalahgunaan dana nasabah.