AI summary
Amazon mengalami pertumbuhan penjualan yang signifikan pada kuartal kedua tahun 2025. Perusahaan menginvestasikan $1,9 miliar dalam program Delivery Service Partner untuk meningkatkan layanan pengiriman. Amazon Web Services (AWS) terus menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan bagi perusahaan. Amazon.com, Inc. berhasil meningkatkan penjualan sebesar 13% pada kuartal kedua tahun 2025 dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan signifikan datang dari segmen Amerika Utara yang mencapai $100,1 miliar, menegaskan posisi kuat Amazon dalam pasar e-commerce di wilayah tersebut.Selain itu, segmen Internasional dan Amazon Web Services (AWS) menunjukkan pertumbuhan yang sehat masing-masing sebesar 16% dan 17,5%. Hal ini menunjukkan bahwa Amazon tidak hanya mengandalkan satu pasar saja melainkan juga memperluas pengaruh global dan layanan cloud-nya.Pada tanggal 29 September 2025, Amazon mengumumkan investasi tambahan sebesar $1,9 miliar dalam program Delivery Service Partner (DSP). Ini menjadikan total investasi dalam program tersebut mencapai $16,7 miliar dan berpotensi meningkatkan upah pengemudi hingga sekitar $23 per jam secara nasional.Investasi ini merupakan bagian dari strategi Amazon untuk memperkuat jaringan logistik serta meningkatkan pengalaman pengiriman kepada pelanggan. Langkah ini juga mampu memperkuat posisi Amazon sebagai salah satu pemain utama dalam bisnis e-commerce dan layanan cloud.Meskipun Amazon menunjukkan potensi yang kuat sebagai investasi jangka panjang dengan kapitalisasi pasar sebesar $2,34393 triliun, terdapat saham AI yang dinilai lebih undervalued dan menawarkan risiko serta potensi yang bisa jadi lebih baik bagi investor. Analisis ini memberikan panduan untuk memilih opsi investasi yang sesuai.
Amazon menunjukkan strategi pertumbuhan yang agresif, terutama melalui investasi besar di program DSP yang berpotensi meningkatkan pengalaman pelanggan dengan pengiriman yang lebih baik dan cepat. Namun, investor perlu tetap waspada terhadap persaingan dalam industri cloud dan e-commerce yang cepat berubah, serta risiko makroekonomi global yang dapat memengaruhi konsumsi.