Z.ai Rilis Model AI GLM-4.6 untuk Saingi Anthropic dan DeepSeek di Bidang Coding
Teknologi
Kecerdasan Buatan
01 Okt 2025
39 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Z.ai meluncurkan model baru GLM-4.6 dengan kemampuan pengkodean yang lebih baik.
Anthropic mengklaim model mereka, Claude Sonnet 4, sebagai yang terbaik di dunia untuk pengkodean.
Persaingan dalam pengembangan model AI pengkodean semakin ketat di antara perusahaan-perusahaan Tiongkok dan Amerika.
Z.ai, sebuah perusahaan rintisan AI unicorn asal Beijing, baru-baru ini meluncurkan model AI terbaru bernama GLM-4.6. Model ini memiliki kemampuan coding yang lebih baik dibandingkan versi pendahulunya, GLM-4.5, dan juga lebih unggul dari beberapa model pesaing domestik dan internasional.
GLM-4.6 berhasil menunjukkan peningkatan performa lewat delapan tolok ukur yang menguji kemampuan coding, penalaran, dan kecakapan sebagai agen. Namun, model ini masih belum mampu mengalahkan kemampuan coding model terbaru dari perusahaan Amerika, Anthropic, yaitu Claude Sonnet 4.5.
Pengembangan model AI dengan kemampuan coding menjadi fokus utama karena dianggap sebagai batu loncatan penting menuju kecerdasan buatan umum (AGI). AGI merupakan tujuan jangka panjang di mana AI mampu melampaui manusia dalam berbagai tugas.
Selain Z.ai, perusahaan AI China lain seperti DeepSeek, Alibaba Cloud, dan Moonshot AI juga aktif mengembangkan kemampuan coding pada model mereka. Hal ini menunjukkan betapa besarnya kompetisi di antara perusahaan AI untuk memimpin pasar teknologi coding agent.
Persaingan antara perusahaan AI asal China dan Amerika ini diperkirakan akan memacu kemajuan teknologi dengan cepat, khususnya dalam pengembangan model AI yang semakin canggih dan dapat melakukan tugas-tugas kompleks seperti pemrograman.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Pengembangan model AI dengan kemampuan coding adalah indikator utama kemajuan menuju AGI, dan investasi besar dalam bidang ini akan mempercepat kemajuan teknologi secara signifikan.Fei-Fei Li
Kolaborasi dan persaingan antara perusahaan AI dari berbagai negara meningkatkan peluang untuk inovasi yang berkelanjutan di bidang kecerdasan buatan, khususnya dalam aplikasi praktis seperti coding.

