Credo Technology Luncurkan IP 224G PAM4, Revolusi Jaringan 1,6Tbps untuk AI dan Cloud
Teknologi
Kecerdasan Buatan
01 Okt 2025
99 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Credo Technology Group memperkenalkan teknologi baru yang mendukung konektivitas berkecepatan tinggi.
Pasar jaringan 1.6Tbps diproyeksikan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan.
Meskipun potensi CRDO, beberapa investor melihat peluang lebih baik di saham AI lainnya.
Credo Technology Group Holding Ltd. memperkenalkan teknologi IP SerDes 224G PAM4 terbaru yang menggunakan proses fabrikasi N3 dari TSMC. Produk ini dirancang untuk memberikan solusi konektivitas port dengan kecepatan hingga 1,6Tbps dengan latensi rendah, yang sangat diperlukan untuk aplikasi AI generasi berikut dan cloud computing.
Teknologi baru ini memiliki kecepatan data per lane yang dua kali lipat dibandingkan dengan produk sebelumnya, yaitu 112G PAM4. Dengan begitu, pelanggan dapat merancang solusi konektivitas terbaru sekaligus meningkatkan skala jaringan mereka untuk menangani beban kerja AI yang semakin besar dan kompleks.
Menurut analisis dari Alan Weckel dari 650 Group, pasar teknologi jaringan dengan kecepatan 1,6Tbps diperkirakan akan mencapai nilai 13 miliar dolar AS pada tahun 2028. Pasar ini mulai mengalami pertumbuhan signifikan pada akhir tahun ini, menandakan peluang besar bagi pemain industri seperti Credo.
Credo menyediakan beragam pilihan teknologi SerDes dengan berbagai tingkat kecepatan, mulai dari 28G hingga 224G, serta opsi jangkauan termasuk long reach dan short reach. Hal ini membuat solusi mereka sangat fleksibel untuk berbagai aplikasi di bidang Ethernet optik, elektrik, dan PCIe.
Meskipun potensi Credo besar, artikel ini mengingatkan bahwa investor mungkin ingin mempertimbangkan beberapa saham AI lainnya yang dianggap memiliki potensi keuntungan lebih tinggi dan risiko lebih rendah. Namun, inovasi ini menempatkan Credo sebagai pemain penting dalam industri konektivitas kecepatan tinggi yang sedang berkembang.
Analisis Ahli
Alan Weckel
Pasar jaringan 1,6Tbps akan tumbuh pesat dan mencapai nilai 13 miliar dolar AS pada 2028, menandai peluang besar bagi perusahaan yang mengembangkan teknologi tersebut.