Mengapa 95% Perusahaan Gagal Raup Untung dari AI dan Solusinya
Teknologi
Kecerdasan Buatan
30 Sep 2025
188 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Perusahaan seringkali tidak mendapatkan pengembalian dari investasi AI karena menerapkan teknologi pada masalah yang salah.
Keterlibatan manusia sangat penting dalam mengembangkan dan meningkatkan aplikasi AI.
Investasi dan pengembangan alat AI yang tepat dapat membawa nilai signifikan bagi perusahaan.
Banyak perusahaan yang mencoba menggunakan kecerdasan buatan (AI) ternyata belum bisa mendapatkan keuntungan dari teknologi ini. Menurut laporan dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT), 95% perusahaan gagal memonetisasi AI dengan baik. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya mengapa janji besar AI belum terwujud secara nyata dalam bisnis mereka.
Salah satu perusahaan yang mencoba mengatasi masalah ini adalah Scale AI, yang membantu perusahaan menyediakan data yang diberi label dengan benar untuk melatih model AI. Scale AI bahkan mendapat investasi besar dari Meta, yang membeli 49% saham perusahaan senilai 14,3 miliar dolar AS, menjadikan valuasi Scale AI 29 miliar dolar AS. Meskipun begitu, ada kekhawatiran karena beberapa perusahaan seperti OpenAI dan Google mengurangi kerja sama dengan Scale AI setelah investasi Meta.
Jason Droege, CEO baru Scale AI, menjelaskan bahwa banyak perusahaan terlalu berharap AI bisa langsung bekerja tanpa usaha khusus. Padahal AI efektif hanya untuk tugas-tugas di mana manusia lambat, tidak konsisten, atau mudah melakukan kesalahan, seperti membaca dokumen banyak halaman atau merangkum data medis. Scale AI bahkan membantu berbagai organisasi seperti rumah sakit dan pemerintah dalam membuat aplikasi AI yang lebih bermanfaat dan bisa meningkatkan efisiensi kerja.
Namun, Droege menekankan bahwa AI bukan pengganti manusia sepenuhnya. Perlu ada partisipasi dan umpan balik dari ahli untuk terus mengembangkan dan memperbaiki alat AI agar hasilnya benar-benar membantu. Proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan, tapi hasilnya dapat jauh lebih berguna dibanding hanya menggunakan chatbot standar.
Para analis percaya bahwa realisasi keuntungan dari AI akan memerlukan waktu yang lama, terutama di perusahaan besar yang kompleks. Namun, setelah perusahaan memahami cara terbaik memanfaatkan AI dan menggunakan bantuan ahli, alat-alat AI ini bisa menjadi sumber pendapatan dan penghematan besar. Persaingan di bidang ini juga sangat ketat, dengan banyak perusahaan mencoba masuk ke pasar aplikasi AI.
Analisis Ahli
Gil Luria
Implementasi AI di perusahaan besar akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan, namun potensi keuntungan jangka panjang sangat besar.