SEC Legalkan Token 2Z dari DoubleZero, Terobosan Regulasi DePIN di AS
Finansial
Mata Uang Kripto
30 Sep 2025
217 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Keputusan SEC untuk token 2Z menandai langkah maju dalam regulasi aset digital di AS.
Surat no-action menunjukkan bahwa regulator dapat berkolaborasi dengan inovator untuk mendukung pengembangan teknologi baru.
DoubleZero dapat melanjutkan pengembangan jaringan terdesentralisasi tanpa khawatir tentang pelanggaran hukum sekuritas.
Surat No-Action yang diterbitkan oleh SEC kepada DoubleZero menandai langkah bersejarah dalam regulasi token digital di Amerika Serikat. Dalam surat tertanggal 29 September ini, SEC memastikan bahwa transfer programatik token 2Z tidak akan diperlakukan sebagai transaksi sekuritas. Hal ini memberikan kepastian hukum bagi perusahaan dan pengguna yang terlibat dalam jaringan infrastruktur terdesentralisasi (DePIN).
SEC, melalui Chief Counsel Michael P. Seaman, menyatakan bahwa token 2Z tidak memerlukan pendaftaran sebagai sekuritas di bawah Exchange Act. Ini menunjukkan bahwa token 2Z didesain sebagai alat transfer nilai dan insentif dalam jaringan fisik terdistribusi, bukan instrumen kepemilikan atau investasi. Poin ini sangat penting karena membedakan token DePIN dari token investasi yang harus tunduk pada regulasi ketat.
Komisioner SEC Hester Peirce memberikan pernyataan pendukung yang menegaskan bahwa proyek-proyek DePIN berbeda dengan skema pendanaan tradisional dan bahwa token diberikan sebagai kompensasi atas layanan seperti bandwidth atau energi yang disediakan oleh pengguna. Dia menolak pemaksaan kerangka kerja sekuritas ke teknologi blockchain yang inovatif, karena hal itu dapat menghambat perkembangan jaringan tersebut.
Keputusan SEC ini disambut baik oleh komunitas industri, termasuk DoubleZero sendiri, Solana, dan BRRR DAO. Mereka memandang surat No-Action ini sebagai tanda bahwa regulator mulai memahami dan memisahkan token spekulatif dari token dengan utilitas nyata. Peluncuran token 2Z di Binance pada 2 Oktober dengan berbagai program seperti airdrop dan staking menandai fase berikutnya dalam pengembangan jaringan DePIN.
Dengan regulasi yang lebih jelas dan dukungan dari bursa besar seperti Binance, proyek DePIN dapat tumbuh lebih cepat di AS. Ini membuka peluang baru bagi teknologi blockchain untuk mengembangkan infrastruktur fisik terdesentralisasi secara luas. Ke depannya, regulasi serupa bisa menjadi dasar bagi inovasi yang lebih aman dan berkelanjutan di ranah aset digital dan jaringan infrastruktur.
Analisis Ahli
Hester Peirce
Model DoubleZero cocok dengan DePIN yang tokennya merupakan kompensasi atas layanan nyata, bukan investasi spekulatif, sehingga tidak memenuhi Howey Test dan harus dibiarkan berkembang tanpa aturan sekuritas yang ketat.