AI summary
Time Finance meluncurkan platform inspeksi aset virtual untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Kemitraan dengan verifi menunjukkan langkah strategis Time Finance dalam memanfaatkan teknologi untuk pertumbuhan. Perusahaan melaporkan peningkatan laba dan nilai buku pinjaman yang menunjukkan kinerja keuangan yang positif. Time Finance, sebuah perusahaan pembiayaan berbasis di Inggris, telah menjalin kemitraan dengan verifi untuk meluncurkan sebuah platform inspeksi aset virtual bernama 'self-certifi'. Platform ini dirancang untuk memudahkan inspeksi aset secara digital, sehingga usaha kecil dan menengah serta para broker dapat melakukan pembiayaan dan refinancing aset dengan lebih efisien.Penggunaan alat ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada inspeksi fisik yang biasanya memakan waktu dan biaya tinggi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi digital Time Finance untuk menyempurnakan alur kerja, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan meminimalkan risiko pada proses pembiayaan aset.Menurut laporan keuangan terbaru, Time Finance mencatat peningkatan laba sebelum pajak sebesar 34% menjadi £7,9 juta untuk tahun keuangan yang berakhir pada Mei 2025. Selain itu, nilai buku pinjaman mereka naik sebesar 8% menjadi £217,4 juta, dan volume deal origination juga bertambah 5% menjadi £96,5 juta.verifi sendiri menyampaikan bahwa platform ini dikembangkan untuk meningkatkan standar inspeksi aset di industri pembiayaan berbasis aset di Inggris. Kepercayaan yang diberikan Time Finance dan juga adopsi platform ini oleh Kingsley Asset Finance menjadi bukti bahwa teknologi ini semakin diterima luas sebagai bagian dari transformasi digital.Dengan solusi seperti ini, kemudian diharapkan proses pembiayaan aset untuk UK SME menjadi lebih cepat, hemat biaya, dan tetap aman. Ini membuka jalan bagi perkembangan teknologi serupa di sektor pembiayaan lainnya, sekaligus mendorong efisiensi dan modernisasi industri keuangan UK.
Inisiatif Time Finance dan verifi adalah langkah tepat menuju modernisasi pembiayaan aset di UK, yang selama ini terlalu bergantung pada inspeksi fisik. Namun, tantangan terbesarnya adalah memastikan bahwa teknologi ini benar-benar dapat memitigasi risiko inspeksi tanpa mengorbankan kualitas layanan dan akurasi penilaian aset.