AI summary
Hong Kong berhasil menjadi bursa saham teratas dalam penggalangan dana IPO untuk pertama kalinya sejak 2018. Bursa saham Hong Kong mencatatkan penggalangan dana tertinggi pada periode sembilan bulan pertama sejak 2021. Pasar IPO di Hong Kong diperkirakan akan terus tumbuh didorong oleh kondisi ekonomi yang positif dan likuiditas yang kuat. Pada sembilan bulan pertama tahun 2025, Bursa Saham Hong Kong berhasil mengumpulkan dana sebesar US$23,27 miliar lewat penjualan saham baru. Angka ini meningkat sebesar 220 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan membawa Hong Kong kembali ke posisi teratas sebagai bursa dengan penggalangan dana terbesar di dunia.Hong Kong berada di depan bursa New York dan Nasdaq dalam hal dana IPO, menandai pencapaian terbaik sejak 2018. Kenaikan ini terjadi berkat kondisi ekonomi yang membaik, suku bunga yang rendah, dan likuiditas pasar yang kuat, yang mendorong minat investor internasional pada saham teknologi dan sektor lainnya di kawasan ini.Hingga saat ini, terdapat enam perusahaan di Hong Kong yang berhasil melakukan IPO dengan nilai lebih dari US$1 miliar, termasuk Contemporary Amperex Technology yang mengumpulkan dana US$5,3 miliar, menjadikannya IPO terbesar tahun ini di Hong Kong dan dunia.Investor global juga semakin antusias dengan saham teknologi Tiongkok setelah munculnya perusahaan start-up seperti DeepSeek yang memperkenalkan model kecerdasan buatan yang canggih. Indeks Hang Seng pun mengalami kenaikan sebesar 35 persen dalam tahun ini, menjadikannya salah satu indeks terbaik di dunia.Para ahli memprediksi pasar IPO Hong Kong akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun dan tahun depan berkat pola suku bunga yang mulai menurun dan mekanisme reformasi IPO yang diterapkan oleh HKEX, yang telah menarik banyak perusahaan besar dari daratan Tiongkok untuk mencatatkan saham mereka di Hong Kong.
Lonjakan dana IPO di Hong Kong jelas menunjukkan kepercayaan pasar pada stabilitas ekonomi dan prospek teknologi Tiongkok, yang kini semakin menarik investor global. Namun, risiko geopolitik dan ketergantungan pada sentimen luar seperti kebijakan suku bunga global tetap perlu diwaspadai agar tren positif ini berkelanjutan.