Oracle dan Ledakan Cloud AI: Apakah Momentum Saham Ini Akan Terus Berlanjut?
Teknologi
Kecerdasan Buatan
29 Sep 2025
251 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Oracle sedang mengalami pertumbuhan signifikan berkat permintaan untuk infrastruktur cloud berbasis AI.
RPO yang meningkat secara signifikan memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang yang kuat bagi Oracle.
Kolaborasi Oracle dengan berbagai platform cloud lainnya memperkuat posisinya di pasar teknologi.
Oracle telah menunjukkan performa luar biasa dengan kenaikan saham sebesar 100% dalam 6 bulan terakhir, didorong oleh permintaan tinggi pada layanan Oracle Cloud Infrastructure (OCI). Kebutuhan besar akan teknologi AI menyebabkan perusahaan-perusahaan berfokus pada infrastruktur TI yang dapat mendukung model AI dan aplikasi berbasis AI.
Salah satu indikator penting masa depan bisnis Oracle adalah Remaining Performance Obligations (RPO) yang melonjak hingga Rp 7.60 quadriliun ($455 miliar) , naik 359% dari tahun sebelumnya. Ini menandakan bahwa Oracle memiliki pesanan backlog besar yang memberikan pendapatan masa depan yang stabil dan memungkinkan mereka untuk berinvestasi besar-besaran dalam perluasan infrastruktur.
Pendapatan Oracle mengalami peningkatan signifikan dengan total Rp 248.83 triliun ($14,9 miliar) di kuartal pertama tahun fiskal 2026, naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya. Cloud revenue naik 27%, dengan infrastruktur cloud meningkat 54%, menegaskan kontribusi besar teknologi cloud terhadap pertumbuhan perusahaan.
Strategi multi-cloud Oracle yang memasukkan produk database ke dalam platform AWS, GCP, dan Azure semakin memperkuat posisi kompetitifnya. Dengan 34 pusat data yang sudah berjalan dan 37 pusat data baru yang rencananya dibangun, Oracle berusaha memenuhi permintaan AI global yang terus tumbuh dengan cepat.
Oracle meningkatkan pengeluaran modal menjadi sekitar Rp 584.50 triliun ($35 miliar) untuk pengembangan infrastruktur, dengan proyeksi pendapatan cloud infrastruktur naik 77% pada tahun fiskal ini dan mencapai Rp 2.40 quadriliun ($144 miliar) pada 2030. Meskipun valuasi saham cukup tinggi, prospek jangka panjang Oracle sebagai penyedia infrastruktur AI terkemuka sangat menjanjikan.
Analisis Ahli
Sneha Nahata
Oracle memiliki potensi luar biasa dalam pasar cloud yang berkembang pesat, khususnya dalam mendukung beban kerja AI yang intensif sumber daya, yang menjadikan saham ini menarik untuk investor jangka panjang.