Apakah Saham Domino’s Pizza Layak Dibeli Menjelang Laporan Keuangan? Cermati Dulu!
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
29 Sep 2025
200 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Domino's Pizza mengalami pertumbuhan penjualan sama toko yang positif tetapi menghadapi tantangan dari laba yang tidak memenuhi ekspektasi.
Valuasi saham Domino's Pizza dianggap mahal untuk tingkat pertumbuhan yang ada, menyebabkan risiko penurunan harga.
Investasi oleh Warren Buffett menunjukkan dukungan dari investor terkemuka, tetapi tidak menjamin kinerja saham yang baik di masa depan.
Domino's Pizza adalah salah satu jaringan pizza terbesar dengan lebih dari 7.000 lokasi hanya di Amerika Serikat, dan dikenal sebagai pilihan makanan cepat saji yang praktis. Walaupun mereknya terkenal dan mendapat perhatian investor besar seperti Warren Buffett, sahamnya belum menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam lima tahun terakhir.
Laporan keuangan kuartal terakhir menunjukkan penjualan yang baik dengan kenaikan 3,4% pada penjualan sama toko di AS, melebihi ekspektasi analis yang hanya 2%. Namun, laba bersih per saham yang dicatat adalah 3,81 dolar yaitu lebih rendah daripada perkiraan pasar sebesar 3,95 dolar, yang membuat harga saham turun setelah laporan tersebut.
Saham Domino's cenderung menurun setelah tiga laporan laba sebelumnya, dan ini menunjukkan bahwa meskipun penjualan naik, pasar tidak terlalu antusias karena pertumbuhan yang hanya di angka satu digit dan sektor makanan cepat saji yang tidak dianggap sebagai sektor dengan pertumbuhan tinggi.
Dengan rasio harga terhadap laba sekitar 25 kali, valuasi Domino’s dianggap cukup tinggi dan tidak sesuai dengan tingkat pertumbuhan saat ini. Ditambah dengan ketidakpastian ekonomi dan potensi pengaruh tarif, para investor harus berhati-hati karena risiko penurunan mungkin lebih besar dari potensi keuntungan.
Kesimpulannya, saham Domino’s cenderung stagnan dan tidak memberikan alasan kuat untuk membeli sebelum laporan keuangan terbaru dirilis. Para investor disarankan untuk menunggu dan mengamati hasil laporan kuartal ketiga sebelum membuat keputusan investasi.
Analisis Ahli
David Jagielski
Meski Domino's memiliki merek kuat dan penjualan stabil, valuasi sahamnya yang tinggi di tengah pertumbuhan yang lambat membuat risiko penurunan harga lebih besar daripada potensi kenaikan. Saya sarankan menunggu hasil kuartal ketiga sebelum memutuskan membeli saham ini.