Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Disney Jadi Saham Paling Undervalued dan Potensi Investasinya

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
29 Sep 2025
272 dibaca
1 menit
Mengapa Disney Jadi Saham Paling Undervalued dan Potensi Investasinya

AI summary

Walt Disney Company terus berinovasi dalam konten dan strategi pertumbuhan.
Ekspansi internasional dan penggabungan konten menjadi fokus untuk meningkatkan profitabilitas.
Perusahaan memanfaatkan merek ikoniknya untuk diversifikasi pendapatan, termasuk kolaborasi fashion.
The Walt Disney Company sedang mendapatkan perhatian sebagai salah satu saham Dow yang paling undervalued menurut para analis. Perusahaan hiburan global ini terus memacu pertumbuhan dengan meluncurkan konten baru di platform streaming Disney+ dan Hulu.Pada September 2025, Disney+ mempremier beberapa rilis populer seperti film baru 'Lilo & Stitch', serial 'Marvel Zombies', dan berbagai spesial yang mendukung pertumbuhan pelanggan dan memperkuat posisi Disney sebagai pemimpin streaming.Disney juga bereksperimen dengan diversifikasi pendapatan lewat kolaborasi di dunia fashion melalui koleksi Harry Lambert untuk Zara dan pop-up store di beberapa negara, memperluas jangkauan merek mereka di luar hiburan murni.Dalam aspek finansial, di bawah kepemimpinan CEO Bob Iger dan CFO Hugh Johnston, Disney menaikkan target pendapatan tahunannya dengan fokus pada pertumbuhan laba per saham dua digit, berkat inisiatif seperti aplikasi ESPN mandiri dan ekspansi Disney Cruise Line.Disney juga menunjukkan sikap berhati-hati dalam mempertahankan reputasi merek dengan mengelola konten ABC secara ketat, seperti penangguhan sementara acara Jimmy Kimmel Live! Saat ini, Disney dipandang sebagai saham undervalued yang layak dipertimbangkan, meskipun ada opsi saham AI yang menawarkan potensi upside lebih tinggi.

Experts Analysis

Bob Iger
Fokus pada kualitas konten dan ekspansi global sangat penting untuk mempertahankan dan meningkatkan basis pelanggan Disney+ dalam jangka panjang.
Hugh Johnston
Manajemen keuangan yang efisien dengan penyesuaian panduan pendapatan menunjukkan Disney serius dalam mengoptimalkan profitabilitas di tengah tantangan pasar.
Editorial Note
Disney memperlihatkan kemampuan adaptasi yang kuat dengan menggabungkan strategi tradisional dan digital, terutama dalam streaming dan brand diversification. Namun, persaingan ketat di industri media global menuntut inovasi terus-menerus agar nilai sahamnya benar-benar mencerminkan potensinya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.