Mengapa Saham D-Wave Quantum Naik Pesat tapi Masih Risiko Tinggi
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
29 Sep 2025
30 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Investasi dalam D-Wave Quantum berisiko tinggi karena nilai sahamnya tidak didukung oleh kinerja keuangan yang kuat.
Perusahaan besar seperti Alphabet dan Microsoft sedang mengembangkan teknologi kuantum mereka sendiri, menawarkan peluang investasi yang lebih stabil.
Komputasi kuantum masih dalam tahap eksperimental, dan investor sebaiknya mencari alternatif yang lebih kredibel dan terdiversifikasi.
Revolusi kecerdasan buatan membuat banyak investor penasaran dengan teknologi baru yang bisa merubah masa depan, salah satunya adalah komputasi kuantum. Perusahaan seperti D-Wave Quantum mendapatkan perhatian besar setelah harga sahamnya melonjak tajam dalam setahun terakhir. Namun, kenaikan itu menimbulkan pertanyaan apakah ini refleksi peluang investasi yang sebenarnya atau hanya gelembung spekulasi.
Saat ini, komputasi kuantum masih dalam tahap riset dan pengembangan sehingga aplikasi praktisnya untuk AI dan industri lain belum banyak dibuktikan secara komersial. Pendapatan D-Wave relatif kecil dan tidak stabil, menunjukkan bahwa permintaan pasar untuk layanan komputasi kuantum masih terbatas dan sporadis.
Meski pertumbuhan pendapatan tahunan tinggi, kondisi itu menipu karena dimulai dari angka dasar yang sangat kecil. Selain itu, perusahaan ini masih mengalami kerugian besar yang terus meningkat, sementara valuasi sahamnya sangat tinggi dan tidak cocok dengan fundamental bisnis saat ini.
Kenaikan saham D-Wave didorong oleh hype dan momentum beli ritel yang ingin memanfaatkan berita positif seputar komputasi kuantum, termasuk dukungan pemerintah. Namun, investasi yang aman dan berkelanjutan kemungkinan lebih baik ditempatkan pada perusahaan besar yang juga mengembangkan teknologi kuantum mereka sendiri.
Kesimpulannya, teknologi kuantum memang menjanjikan, tapi investor disarankan tidak terburu-buru membeli saham perusahaan kecil yang spekulatif seperti D-Wave. Pilihan yang lebih bijak adalah berinvestasi pada perusahaan mapan dengan komitmen kuat di bidang ini, demi peluang pertumbuhan yang lebih stabil dan risiko yang bisa diminimalisir.
Analisis Ahli
Adam Spatacco
D-Wave adalah contoh saham yang mengalami rally spekulatif, tetapi perusahaan besar seperti Alphabet dan Microsoft memberikan eksposur yang lebih aman ke teknologi kuantum karena posisi mereka yang lebih matang dan sumber daya yang besar.