Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rebound Ethereum Di Atas Rp 66.80 ribu ($4.000) Didukung Staking dan ETF, Waspadai Risiko Turun

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
27 Sep 2025
147 dibaca
2 menit
Rebound Ethereum Di Atas Rp 66.80 ribu ($4.000) Didukung Staking dan ETF, Waspadai Risiko Turun

Rangkuman 15 Detik

Ethereum berhasil rebound di atas $4,000 berkat inflow staking dan permintaan ETF.
Ada risiko penurunan lebih lanjut jika harga tidak mampu bertahan di atas level tertentu.
Pola analisis teknikal menunjukkan bahwa pasar Ethereum masih dalam kondisi volatil.
Harga Ethereum pada Sabtu, 25 September 2025, berhasil rebound kembali di atas level penting Rp 66.80 ribu ($4.000) setelah sempat turun di bawahnya pada hari Jumat. Kenaikan ini terjadi meskipun volume perdagangan turun hampir setengahnya selama akhir pekan, menandakan aktivitas pasar yang tipis tetapi tetap ada tekanan beli. Data on-chain menunjukkan ada peningkatan aktivitas staking Ethereum, dengan penambahan 2.589 ETH baru dalam 24 jam terakhir. Ini membantu menyerap sebagian besar dampak likuidasi pasar yang terjadi, sehingga mendukung stabilitas harga Ethereum. Selain itu, peluncuran ETF leverage 2x BitMine (BMNU) turut memperkuat minat institusional pada Ethereum dengan inflow dana sebesar Rp 534.40 miliar ($32 juta) pada hari pertama. Eric Balchunas dari Bloomberg menyatakan bahwa hasil ini termasuk yang terbesar untuk ETF baru di Amerika Serikat pada tahun 2025. Namun demikian, dari sisi teknikal, ada pola rising wedge yang menunjukkan potensi tekanan jual lebih lanjut di harga Ethereum. Indikator seperti Bollinger Bands dan RSI juga memunculkan sinyal oversold dan volatilitas tinggi yang berpotensi mengarah ke penurunan bila support gagal bertahan. Jika Ethereum berhasil menutup harga di atas Rp 66.80 ribu ($4.000) dan menembus resistance di Rp 73.03 ribu ($4.373) , maka kenaikan lebih lanjut ke level Rp 75.15 ribu ($4.500) bisa terjadi. Namun, apabila harga jatuh di bawah Rp 65.40 ribu ($3.916) , target penurunan bisa mencapai Rp 58.45 ribu ($3.500) bahkan Rp 53.44 ribu ($3.200) jika tekanan jual makin besar.

Analisis Ahli

Eric Balchunas
BMNU mengumpulkan $32 juta pada hari pertama menunjukkan permintaan institusional yang kuat meski pasar melemah, menandakan ETF leverage masih menjadi sarana penting untuk masuknya modal besar.