Backlog AI Lebih dari 1 Triliun Dolar: Kesempatan Investasi di Nvidia & TSMC
Teknologi
Kecerdasan Buatan
28 Sep 2025
297 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Permintaan untuk infrastruktur AI mendorong backlog kontrak di perusahaan cloud computing melebihi $1 triliun.
Nvidia dan TSMC adalah kunci dalam pembangunan infrastruktur AI dan memiliki prospek pertumbuhan yang kuat.
Investasi besar dalam kapasitas cloud dan chip AI akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan teknologi.
Permintaan global untuk kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur cloud computing kini melampaui kapasitas yang ada, menyebabkan backlog kontrak lebih dari 1 triliun dolar untuk perusahaan besar seperti Amazon, Microsoft, Google, dan Oracle. Mereka harus melakukan investasi besar dalam pusat data dan hardware untuk memenuhi permintaan tersebut.
Lonjakan besar ini memicu kenaikan pengeluaran modal perusahaan-perusahaan teknologi tersebut hingga diperkirakan mencapai 364 miliar dolar di tahun 2025, naik 63% dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan potensi pasar besar untuk komponen hardware AI, terutama chip grafis dan akselerator AI.
Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSMC) berperan sangat penting karena menjadi produsen chip terbesar dengan teknologi paling canggih yang dibutuhkan oleh sebagian besar perusahaan chip AI. Pendapatan TSMC dari produk AI meningkat kuat dan diperkirakan terus tumbuh dengan laju tinggi selama lima tahun ke depan.
Sedangkan Nvidia memimpin pasar GPU untuk data center dengan pangsa pasar sebesar 92%. Nvidia menikmati pertumbuhan pendapatan yang mengesankan meski menghadapi beberapa kendala di pasar China. Kemitraan besar dengan OpenAI dan kontrak senilai miliaran dolar dari Oracle menunjukkan optimisme pasar terhadap perusahaan ini.
Meski valuasi saham Nvidia tinggi, masih dianggap sebagai investasi menarik karena potensi pertumbuhan yang besar di sektor AI. Demikian juga, saham TSMC dengan valuasi lebih menarik menjadi pilihan yang baik untuk merangkul peluang pertumbuhan di industri chip AI ini.
Analisis Ahli
Harsh Chauhan
Meskipun Nvidia sudah sangat besar, masih ada ruang tumbuh karena kebutuhan solusi AI yang masif. Sementara TSMC menawarkan valuasi yang lebih murah dengan ekspektasi pertumbuhan pendapatan yang kuat di sektor AI.