Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Atlassian Dorong Pertumbuhan Pendapatan Dengan Produk AI, Saham Catat Potensi Naik 50%

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
27 Sep 2025
1263 dibaca
2 menit
Atlassian Dorong Pertumbuhan Pendapatan Dengan Produk AI, Saham Catat Potensi Naik 50%

TLDR

Atlassian sedang mengalami pertumbuhan pendapatan yang cepat berkat produk baru berbasis AI.
Rovo adalah inovasi penting yang dapat memperkuat kolaborasi dan efisiensi di dalam organisasi.
Analisis menunjukkan bahwa saham Atlassian memiliki potensi kenaikan yang signifikan di masa depan.
Atlassian adalah perusahaan perangkat lunak yang membantu berbagai organisasi meningkatkan produktivitas melalui produk seperti Jira dan Confluence. Kini, teknologi kecerdasan buatan (AI) membuat produk mereka semakin efektif dan menarik bagi bisnis, meningkatkan permintaan paket berlangganan premium dan enterprise yang lebih mahal.Pada kuartal keempat tahun fiskal 2025, Atlassian mencatat pendapatan rekor sebesar 1,38 miliar dolar AS, naik 22% dibanding setahun sebelumnya. Pendapatan dari paket premium dan enterprise meningkat 40%, menunjukkan banyak bisnis bersedia membayar lebih untuk fitur AI yang lengkap.Atlassian juga meluncurkan platform AI baru bernama Rovo yang terintegrasi dengan produknya serta aplikasi populer seperti Microsoft Office 365 dan Google Drive. Fitur Rovo termasuk pencarian pintar dan agen AI yang dapat disesuaikan untuk otomatisasi tugas-tugas perusahaan.Meski pendapatan tumbuh kencang, biaya operasional naik 20% akibat investasi besar pada penelitian dan pengembangan. Ini menyebabkan kerugian bersih berdasarkan standar akuntansi GAAP sebesar 23,9 juta dolar AS, namun jika dihitung berdasarkan ukuran non-GAAP, perusahaan masih mencatat laba yang lebih baik dari tahun sebelumnya.Analis Wall Street sangat optimistis dengan prospek Atlassian, dengan 21 dari 34 analis memberi rekomendasi beli dan target harga rata-rata sebesar 246,19 dolar AS yang mengindikasikan potensi kenaikan saham hingga 50% dalam 12-18 bulan. Saham saat ini diperdagangkan pada valuasi yang jauh lebih masuk akal dibanding puncak teknologi tahun 2021.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.