AI summary
Regulasi yang ketat dapat menghalangi akses investor ritel ke perusahaan-perusahaan menjanjikan. Inisiatif baru dari Robinhood memberikan peluang bagi investor biasa untuk berinvestasi di perusahaan swasta. Pentingnya menciptakan sistem yang memungkinkan investor ritel untuk berpartisipasi lebih awal dalam pertumbuhan perusahaan. Anthony Scaramucci, pendiri SkyBridge, menyoroti masalah regulasi ketat SEC yang menghambat perusahaan besar melakukan IPO, sehingga investor biasa sulit berpartisipasi. Dia mencontohkan perusahaan seperti SpaceX dan xAI milik Elon Musk yang masih privat, membuatnya sulit diakses oleh masyarakat luas.Scaramucci berharap SEC mengurangi persyaratan agar IPO lebih menarik dan mudah bagi perusahaan. Dia mengangkat contoh IPO Microsoft pada 1986 yang berhasil memberikan kesempatan besar bagi investor awal untuk mengumpulkan kekayaan.Robinhood merespons tren ini dengan meluncurkan Robinhood Ventures Fund I, sebuah dana tertutup yang memberi peluang bagi investor ritel untuk ikut investasi di perusahaan privat sebelum IPO, dengan rencana akan terdaftar di Bursa Saham New York.Selain Robinhood, SoFi dan ARK Invest juga telah menawarkan produk investasi yang memungkinkan investor biasa mulai berinvestasi di perusahaan privat seperti SpaceX dan OpenAI dengan modal kecil, mencerminkan dorongan industri untuk memperluas akses investasi.Fenomena ini terjadi di tengah penurunan jumlah perusahaan publik di AS, yang turun dari hampir 7,000 di awal 2000-an menjadi sekitar 4,000 di 2024, sementara pasar privat justru tumbuh besar dengan valuasi di atas 10 triliun dolar AS.
Regulasi SEC yang terlalu ketat memang membuat inovasi dan akses investasi publik menjadi terhambat, sehingga menciptakan jurang antara investor institusional dan ritel. Kebijakan yang lebih fleksibel akan membuka peluang bagi banyak warga untuk ikut serta dalam pertumbuhan perusahaan-perusahaan inovatif, bukan hanya segelintir orang kaya.