Harga Ethereum Turun Tajam, Bisa Jadi Mencapai Rp 45.92 ribu ($2.750) Jika Tidak Pulih
Finansial
Mata Uang Kripto
26 Sep 2025
123 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Harga Ethereum telah jatuh di bawah $4.000 dan bisa turun lebih jauh jika tidak pulih.
Jeffrey Wilcke melakukan transfer ETH ke Kraken, yang mungkin mempengaruhi sentimen pasar.
Analis memperingatkan bahwa kegagalan untuk mencapai level $4.841 dapat mengarah pada koreksi yang lebih dalam.
Harga Ethereum turun lebih dari 4% dalam 24 jam terakhir, menurun ke bawah level dukungan penting di Rp 66.80 ribu ($4.000) . Situasi ini membuat banyak analis memprediksi bahwa harga Ether bisa turun lebih jauh jika tidak segera pulih.
Jeffrey Wilcke, salah satu pendiri Ethereum, baru-baru ini memindahkan 1.500 ETH senilai sekitar 6 juta dolar AS ke bursa Kraken. Aksi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa dia mungkin berencana menjual sebagian dari koin tersebut, yang turut memberi tekanan negatif ke pasar.
Analis crypto Ali Martinez mengatakan bahwa Ethereum harus melewati level harga Rp 80.84 ribu ($4.841) agar tren turun saat ini bisa terbalik. Jika gagal, kemungkinan besar harga ETH akan terus terkoreksi hingga menyentuh sekitar Rp 45.92 ribu ($2.750) .
Crypto analyst Daan Crypto Trades mendukung pendapat ini dengan menyoroti penurunan harga yang sangat kuat di bawah level Rp 66.80 ribu ($4.000) dan menyatakan bahwa para pembeli (bulls) menghadapi tantangan berat untuk membalikkan tren negatif sebelum akhir pekan.
Selain itu, data menunjukkan adanya penarikan besar Ethereum dari pasar spot, dengan lebih dari Rp 4.17 triliun ($250 juta) ETH keluar dalam satu hari, yang membuat pasar menjadi lebih tidak stabil dan berpotensi menyebabkan penurunan harga lebih lanjut.
Analisis Ahli
Ali Martinez
Menyatakan bahwa Ethereum perlu menembus $4.841 untuk membalikkan tren penurunan saat ini; jika gagal, koreksi mendalam ke $2.750 bisa terjadi.Daan Crypto Trades
Mengonfirmasi penurunan di bawah support $4.000 merupakan tanda negatif kuat, dan kegagalan bertahan di atas $4.100 bisa menyebabkan tekanan jual lebih lanjut.