Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Robot Cerdas Icarus Bantu Kurangi Beban Logistik Astronot di Luar Angkasa

Teknologi
Robotika
TechCrunch TechCrunch
17 Sep 2025
256 dibaca
2 menit
Robot Cerdas Icarus Bantu Kurangi Beban Logistik Astronot di Luar Angkasa

Rangkuman 15 Detik

Icarus Robotics berupaya mengurangi beban kerja astronot di luar angkasa dengan menggunakan robot.
Pendiri perusahaan memiliki pengalaman dan visi yang kuat untuk meningkatkan efisiensi di ISS.
Robot yang dikembangkan akan mulai dengan tugas-tugas sederhana sebelum menuju otonomi penuh.
Ethan Barajas dan Jamie Palmer, pendiri Icarus Robotics, menemukan dari wawancara dengan para astronot bahwa sebagian besar waktu mereka di Stasiun Luar Angkasa Internasional dihabiskan untuk mengelola kargo, bukan melakukan penelitian. Astronot harus membuka, menyimpan ulang, dan mengemas hampir tiga setengah ton kargo setiap dua bulan, yang membuat waktu berharga mereka tidak efektif untuk eksperimen ilmiah. Untuk mengatasi masalah ini, Icarus Robotics mengembangkan robot dengan dua lengan yang dilengkapi penjepit rahang sederhana, yang sudah cukup untuk menjalankan sebagian besar tugas membuka dan menyimpan ulang kargo. Desain ini lebih sederhana dibandingkan tangan robot humanoid yang rumit, sehingga memungkinkan percepatan pengembangan teknologinya. Mereka sudah melakukan demonstrasi operasional dengan mengoperasikan robot ini dari jarak jauh dalam skenario yang mirip dengan membuka dan menyimpan ulang tas kargo ISS secara nyata. Keberhasilan ini membuktikan bahwa operasi teleoperasi bisa dijalankan efektif tanpa harus menggunakan tangan robot yang kompleks. Langkah berikutnya adalah pengujian terbang parabolik dan demonstrasi satu tahun di ISS melalui kerjasama dengan Voyager Space. Selama periode ini, robot akan menangani operasi kargo penuh untuk memastikan keandalan dan mengurangi risiko kegagalan saat beroperasi di luar angkasa. Setelah itu, robot akan mulai diberi tugas-tugas pemeliharaan lebih rumit secara bertahap. Visi jangka panjangnya adalah mengembangkan robot dengan kecerdasannya sendiri yang mampu menjalankan tugas tanpa perlu dikendalikan secara langsung, sehingga memungkinkan misi di wilayah ruang angkasa yang jauh dari Bumi atau di tempat yang tidak memungkinkan untuk teleoperasi. Robot ini akan membantu astronot bekerja lebih efisien dan fokus pada penelitian penting.

Analisis Ahli

Jamie Palmer
Dengan mengutamakan manipulasi bimanual menggunakan penjepit rahang sederhana, kami sudah berhasil mencapai sebagian besar kebutuhan dexterity untuk tugas-tugas logistik ISS tanpa perlu membangun tangan robot yang rumit.
Ethan Barajas
Kami tidak ingin menggantikan astronot, tapi ingin mengoptimalkan waktu mereka sehingga aktivitas riset dapat menjadi lebih unggul dan berdampak besar di stasiun luar angkasa.