AI summary
Kolaborasi antara GenuTrace dan Refiberd meningkatkan transparansi dalam rantai pasokan tekstil. Teknologi AI dan analisis isotop stabil memberikan dasar ilmiah untuk klaim keberlanjutan. Verifikasi serat dan benang sebelum produksi adalah langkah penting untuk memastikan kualitas dan efisiensi. Industri tekstil menghadapi tantangan besar dalam memastikan keaslian dan keberlanjutan bahan yang digunakan dalam pembuatan kain. Banyak klaim dari produsen tentang komposisi serat atau asal usul bahan yang belum dapat dibuktikan secara ilmiah dengan cepat dan akurat.Refiberd bersama GenuTrace hadir dengan solusi inovatif yang menggunakan teknologi hyperspectral imaging berbasis kecerdasan buatan (AI) dan analisis isotop stabil untuk melakukan verifikasi material. Ini memungkinkan identifikasi detail serat, benang, serta kain sebelum benar-benar diproduksi.Sistem dua langkah ini dapat secara efisien mengklasifikasikan bahan tekstil dan memverifikasi asal geografis kapas, yang sangat penting untuk memastikan klaim keberlanjutan dan keaslian bahan. Dengan demikian, proses produksi dapat lebih dapat dipercaya dan transparan sejak tahap awal.Pendiri Refiberd dan GenuTrace menegaskan bahwa validasi bahan sebelum pembuatan kain menjadi kunci agar industri tekstil dapat beroperasi lebih efisien dan mendukung skala produksi yang dapat diandalkan, terutama untuk bahan virgin maupun daur ulang seperti PET dan nilon.Kolaborasi ini membuka jalan bagi standar baru dalam manajemen rantai pasok tekstil global, dengan membantu merek dan produsen untuk melacak dan memverifikasi bahan mereka secara ilmiah sebelum produksi berlangsung, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen dan keberlanjutan industri.
Kolaborasi antara Refiberd dan GenuTrace ini merupakan lompatan teknologi penting yang bisa mendefinisikan ulang proses verifikasi material di industri tekstil. Dengan menggabungkan hyperspectral imaging dan analisis isotop, mereka memberikan solusi konkret untuk masalah klaim keberlanjutan yang selama ini sering hanya sebatas janji pemasaran tanpa bukti kuat.