SoFi dan Nu Holdings: Duel Fintech Unggulan dengan Strategi dan Pertumbuhan Berbeda
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
24 Sep 2025
9 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
SoFi Technologies menunjukkan pertumbuhan anggota yang pesat dan beralih ke model bisnis berbasis biaya.
Nu Holdings berhasil mengakselerasi pertumbuhan pelanggan sambil tetap fokus pada profitabilitas.
Kedua organisasi ini mencerminkan tren pergeseran menuju solusi perbankan digital yang lebih luas dan inovatif.
Fintech atau teknologi finansial terus menjadi pusat perhatian di pasar keuangan global, dengan perusahaan seperti SoFi Technologies dari Amerika Serikat dan Nu Holdings dari Brasil yang menunjukkan pertumbuhan sangat cepat. SoFi memulai dengan menawarkan refinancing pinjaman mahasiswa dan kini telah berkembang menjadi platform lengkap yang menyediakan layanan perbankan, pinjaman, dan investasi. Nu sendiri menjadi salah satu bank digital terbesar di Amerika Latin, khususnya di Brasil, bahkan terus memperluas jangkauannya ke negara-negara lain seperti Meksiko dan Kolombia.
Pada kuartal kedua tahun 2025, SoFi berhasil menambah 850.000 anggota baru, sehingga total anggota mencapai 11,7 juta dengan pertumbuhan 34% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, SoFi mencatat peningkatan produk yang dijual sebanyak 1,3 juta unit, di mana 35% berasal dari anggota yang sudah ada sehingga menunjukkan kemampuan perusahaan melakukan cross-selling yang efektif. Pendapatan dari model berbasis biaya SoFi juga naik signifikan sebesar 72% menjadi 378 juta USD, menunjukkan transformasi perusahaan menuju bisnis yang lebih stabil dan menguntungkan.
Sementara itu, Nu menambahkan 4,1 juta pelanggan baru dalam kuartal yang sama, membawa total pelanggan menjadi 122,7 juta dengan pertumbuhan tahunan 17%. Nu juga berhasil meningkatkan rata-rata pendapatan per pelanggan sebanyak 18%, mencapai 12 USD, tak kalah dengan peningkatan pendapatan sebesar 40% YoY, yang didukung oleh berbagai layanan seperti pinjaman, biaya interchange, dan marketplace. Nu dikenal sebagai brand perbankan digital yang sangat dipercaya di Amerika Latin dan terus mengakselerasi ekspansinya.
Dari sisi valuasi, SoFi memiliki forward P/E yang lebih tinggi, yakni 58.89X dibanding median historisnya, yang mencerminkan optimisme pasar terhadap pertumbuhan laba perusahaan yang diproyeksikan mencapai 113% untuk tahun 2025. Sedangkan Nu memiliki valuasi lebih rendah dengan forward P/E di angka 22.13X, yang lebih fokus pada ekspansi dan pertumbuhan pendapatan daripada profitabilitas. Peringkat Zacks juga menunjukkan SoFi sebagai saham yang direkomendasikan beli, sementara Nu berada di posisi tahan (hold).
Kesimpulannya, meskipun kedua perusahaan memiliki model dan fokus yang berbeda, SoFi dan Nu sama-sama menunjukkan fundamental yang kuat dan pertumbuhan pelanggan yang tinggi. SoFi unggul dalam hal percepatan profitabilitas dan margin, sementara Nu mengandalkan skala dan ekspansi pasar yang agresif. Investor yang mencari momentum pertumbuhan laba kemungkinan besar akan lebih tertarik pada SoFi, sedangkan mereka yang fokus pada jangkauan pasar dan pertumbuhan top-line mungkin lebih memilih Nu.
Analisis Ahli
Brett King (fintech expert and author)
SoFi's strong focus on a capital-light, fee-based model positions it well for sustainable fintech growth, while Nu's rapid scale is impressive but it needs to balance growth with profitability.Chris Skinner (fintech commentator)
The divergence in SoFi's and Nu's strategies highlights a broader fintech trend where US fintechs push profit margins and Latin American firms chase scale and market penetration.