D-Wave Quantum Luncurkan Advantage2, Pionir Komputer Kuantum untuk AI dan Material
Teknologi
Kecerdasan Buatan
23 Sep 2025
94 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
D-Wave Quantum terus mengembangkan teknologi kuantum dengan sistem Advantage2 yang baru.
Perusahaan ini berkolaborasi dengan institusi terkemuka untuk menerapkan teknologi kuantum dalam penelitian.
IonQ dan Rigetti Computing juga berinovasi dalam bidang komputer kuantum dengan fokus pada AI dan akuisisi strategis.
D-Wave Quantum memperkenalkan sistem Advantage2, versi terbaru dari komputer kuantum annealing mereka yang menawarkan waktu koherensi lebih lama, energi yang lebih tinggi, dan konektivitas qubit yang lebih baik. Pengembangan ini memungkinkan penyelesaian masalah simulasi material yang sebelumnya sulit dipecahkan dengan komputer klasik, menandai pencapaian quantum supremacy.
Perusahaan ini berencana mengembangkan komputer kuantum dengan 100.000 qubit menggunakan desain multichip dan kemasan kriogenik canggih agar performa tetap optimal. Kolaborasi dengan NASA juga sedang dilakukan untuk menciptakan sambungan superkonduktor antar chip yang mendukung sistem annealing dan gate-model di masa depan.
Selain hardware, D-Wave aktif mengembangkan alat bantu pengembang quantum AI yang kompatibel dengan PyTorch. Alat ini memungkinkan penggunaan aplikasi pembelajaran mesin hybrid kuantum-klasik yang sedang diuji oleh berbagai perusahaan Jepang seperti Japan Tobacco dan Triumph untuk aplikasi termasuk pembuatan gambar sederhana.
Secara komersial, D-Wave sudah memasang sistem Advantage2 secara on-premises di pusat superkomputer seperti Julich di Jerman dan segera di Universitas Yonsei di Korea Selatan. Program Leap Quantum LaunchPad yang mereka jalankan juga telah membantu lebih dari 1.300 organisasi dalam menguji solusi kuantum untuk problem dunia nyata.
Dengan kas sebesar Rp 13.68 triliun ($819 juta) , perusahaan melakukan investasi besar pada R&D, produksi wafer, kontrol superkonduktor, dan quantum AI sambil mempertimbangkan akuisisi strategis. Dalam persaingan, mereka terus fokus memperbesar skala sistem annealing dan gate-model sembari mengembangkan aplikasi kuantum praktis yang dapat digunakan industri.
Analisis Ahli
John Preskill
Keberhasilan dalam melampaui quantum supremacy dengan aplikasi dunia nyata menandai titik balik penting bagi teknologi annealing, yang selama ini kurang mendapatkan perhatian seperti gate-based quantum computing.Scott Aaronson
Pendekatan hybrid kuantum-klasik dari D-Wave menunjukkan strategi yang efektif untuk mengatasi masalah keterbatasan hardware kuantum saat ini sekaligus memanfaatkan kekuatan AI.