Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Nvidia Investasi 100 Miliar Dolar untuk Bangun Data Center AI Raksasa

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (6mo ago) artificial-intelligence (6mo ago)
23 Sep 2025
168 dibaca
2 menit
Nvidia Investasi 100 Miliar Dolar untuk Bangun Data Center AI Raksasa

Rangkuman 15 Detik

Nvidia berinvestasi besar untuk mendukung infrastruktur AI OpenAI.
Data center yang dibangun akan memiliki kapasitas 10 gigawatt, setara dengan kebutuhan listrik New York City.
Investasi ini menunjukkan pertumbuhan dan permintaan yang tinggi untuk teknologi AI.
Nvidia dan OpenAI baru saja mengumumkan rencana investasi besar senilai hingga Rp 1.67 quadriliun (US$100 miliar) untuk mendukung pembangunan pusat data AI yang sangat besar. Kesepakatan ini bertujuan membangun pusat data dengan kapasitas daya minimal 10 gigawatt, yang setara dengan puncak permintaan listrik di kota New York. Ini menjadi langkah besar untuk memenuhi kebutuhan komputasi tinggi dalam pelatihan dan pengoperasian model kecerdasan buatan canggih. Investasi akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan dana sebesar Rp 167.00 triliun (US$10 miliar) yang diberikan saat penandatanganan kesepakatan. Selanjutnya, dana akan ditambah setiap kali kapasitas daya 1 gigawatt berhasil dioperasikan. Nvidia akan menerima saham dari OpenAI sebagai imbal balik dalam perjanjian ini. Kesepakatan ini menunjukkan hubungan strategis kuat antara penyedia hardware chip dan perusahaan pengembang AI. Pusat data yang akan dibangun dilengkapi dengan chip-chip canggih dari Nvidia untuk mempercepat proses pelatihan dan penerapan model AI. Dengan daya sehingga mencapai 10 gigawatt, infrastruktur ini dapat mendukung kebutuhan komputasi yang sangat besar, memungkinkan OpenAI mengembangkan teknologi AI lebih cepat dan lebih efektif. Saham Nvidia merespons positif pengumuman ini dengan kenaikan hingga 3,9 persen di pasar New York, memperkuat statusnya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia. Sepanjang tahun ini, saham Nvidia sudah naik sebesar 37 persen, menandakan bahwa pasar sangat percaya pada prospek pertumbuhan akibat kemajuan teknologi AI yang didorong oleh kerja sama ini. Kesepakatan ini bukan hanya soal investasi finansial, tapi juga mencerminkan pergeseran besar dalam industri teknologi. Permintaan akan kecerdasan buatan yang semakin meluas memerlukan infrastruktur besar dan mahal. Namun di sisi lain, penggunaan energi yang tinggi juga memunculkan tantangan terkait keberlanjutan yang harus diperhatikan ketika memanfaatkan teknologi canggih tersebut.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Investasi skala besar seperti ini menunjukkan bahwa AI bukan sekadar tren singkat, melainkan infrastruktur kritis masa depan yang membutuhkan dukungan komputasi masif.
Fei-Fei Li
Pembangunan pusat data dengan kapasitas besar bisa mempercepat kemajuan AI, tetapi dunia harus berhati-hati soal dampak lingkungan dan keseimbangan ekosistem energi.