Kenapa Google Masih Raja Pencarian di Tengah Pertumbuhan AI Chatbots
Teknologi
Kecerdasan Buatan
23 Sep 2025
233 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
GOOGL tetap dominan di pasar pencarian meskipun ada persaingan dari platform AI baru.
Truist meningkatkan target harga untuk saham GOOGL, menunjukkan keyakinan pada pertumbuhan perusahaan.
Adanya AI tidak mengurangi pendapatan iklan Google karena lebih fokus pada kueri informasi daripada komersial.
Alphabet Inc., induk perusahaan Google, tetap mendominasi pasar pencarian online dengan lebih dari 90% pangsa pasar. Meski ada perkembangan platform AI baru yang banyak diminati pengguna, dampak mereka terhadap trafik dan konversi dari pencarian online masih sangat kecil.
Analis dari Truist baru-baru ini mengonfirmasi rekomendasi beli pada saham Alphabet dan menaikkan target harga saham sebesar Rp 1.00 triliun ($60 m) enjadi Rp 4.76 juta ($285) per saham sampai akhir tahun fiskal 2026. Mereka melihat Google tetap unggul dalam hal pencarian berorientasi komersial yang menghasilkan pendapatan iklan utama.
Pertumbuhan platform AI chatbots justru dipandang memperluas pasar pencarian online, bukan menggantikan pencarian tradisional Google. Ini karena AI lebih banyak digunakan untuk kueri informasional yang tidak terlalu berdampak pada pendapatan iklan Google.
Meskipun penggunaan AI di bidang pencarian meningkat, kontribusinya terhadap referral trafik dan konversi masih kurang dari 1%, sehingga belum mengganggu dominasi Google di ranah komersial dan iklan digital.
Investor disarankan untuk tetap memperhatikan peluang investasi di saham Alphabet sambil mempertimbangkan saham AI lain yang mungkin menawarkan pertumbuhan lebih tinggi atau potensi yang berbeda, terutama dari segi risiko dan tren pasar global.
Analisis Ahli
Truist Analyst
Kami tetap optimistis pada GOOGL karena dominasi perusahaan dalam pencarian komersial dan pertumbuhan AI yang memperluas pasar secara keseluruhan tanpa memangkas pendapatan iklan utama.