Teleperformance: Saham Turun, Tapi Masih Menjanjikan di Era Digital
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
20 Sep 2025
269 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Teleperformance mengalami penurunan harga saham meskipun pendapatannya meningkat.
Adopsi teknologi AI dan digitalisasi dapat menjadi pendorong pertumbuhan untuk Teleperformance di masa depan.
Risiko seperti kehilangan kontrak dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai proyeksi pertumbuhan yang ambisius.
Harga saham Teleperformance telah menurun cukup signifikan dalam setahun terakhir sebesar 30% dan terus melemah lebih dari 10% dalam satu bulan terakhir. Meski begitu, tidak ada peristiwa besar yang menjelaskan fluktuasi ini, sehingga membuat investor bertanya-tanya mengenai kondisi sebenarnya perusahaan.
Secara fundamental, Teleperformance masih mencatat peningkatan pendapatan dan laba bersih tahunan, yang menunjukkan kinerja operasional tetap solid. Hal ini menimbulkan kemungkinan bahwa pasar sedang menurunkan harga saham karena risiko jangka panjang yang mulai dihitung ulang.
Para analis telah menetapkan nilai wajar saham Teleperformance sebesar €114,93 yang menunjukkan saham ini undervalued saat ini di pasar. Prospek pertumbuhan ini didukung oleh tren global seperti adopsi AI dan digitalisasi yang makin mendorong kebutuhan layanan customer experience yang teroutsourcing.
Meskipun peluang pertumbuhan terlihat besar, beberapa risiko juga menjadi perhatian, antara lain kehilangan kontrak penting dan permintaan yang melemah di sejumlah pasar utama. Faktor-faktor ini dapat membatasi kemampuan Teleperformance untuk mencapai target pertumbuhan yang diharapkan.
Dengan menggunakan metode discounted cash flow (DCF), model penilaian menunjukkan harga saham Teleperformance saat ini masih di bawah nilai fundamentalnya. Investor disarankan untuk memantau perkembangan kontrak dan pasar agar bisa memanfaatkan peluang sekaligus mengantisipasi risiko yang ada.
Analisis Ahli
Aswath Damodaran
Valuasi Teleperformance menunjukkan peluang undervaluation berdasarkan arus kas diskonto, namun perhatian harus diberikan pada volatilitas kontrak jangka panjang yang dapat memengaruhi stabilitas pendapatan.